Kompas.com - 13/08/2020, 14:13 WIB
Seorang warga Papua menyaksikan kompetisi panjat pinang yang biasanya digelar ketika perayaan kemerdekaan Indonesia AHMAD ZAMRONI/AFP via Getty ImagesSeorang warga Papua menyaksikan kompetisi panjat pinang yang biasanya digelar ketika perayaan kemerdekaan Indonesia

KOMPAS.com – Panjat pinang merupakan salah satu lomba yang sering dilakukan masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Setiap 17 Agustus, hampir di setiap sudut kota akan terlihat beberapa batang pohon pinang yang didirikan dengan beragam hadiah di puncaknya untuk diambil para peserta.

Lomba panjat pinang tidak hanya diikuti orang tua. Dewasa, bahkan anak-anak juga mengikutinya. Momen seru tersebut jarang terlewat setiap Bulan Agustus.

Itu karena hadiahnya cukup menarik. Ada yang menawarkan peralatan dapur, hingga barang elektronik, seperti televisi dan kulkas. Terkadang, barang seperti sepeda ikut digantung.

Baca juga: Rhoma Irama Bandingkan Lomba Panjat Pinang Dulu dan Sekarang

Namun, untuk mendapatkannya ternyata cukup sulit. Para peserta harus memanjat batang pinang yang telah dilumuri minyak atau oli.

Warga mengikuti lomba panjat pinang, pukul bantal dan makan donat untuk memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di saluran Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga mengikuti lomba panjat pinang, pukul bantal dan makan donat untuk memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di saluran Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai strategi pun dirundingkan oleh para peserta agar masing-masing bisa meraih seluruh hadiah di batang pohon pinang.

Tidak ada yang tahu pelopor panjat pinang

Meski panjat pinang menjadi salah satu lomba paling ikonik yang kerap dilakukan setiap 17 Agustus, tetapi tidak banyak yang tahu kapan lomba tersebut pertama diadakan dan oleh siapa.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (17/8/2018), lomba itu sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Dahulu, panjat pinang digunakan sebagai acara hiburan kaum kolonial.

Panjat pinang kerap diadakan pada acara-acara penting seperti hajatan, hari libur nasional, atau hari ulang tahun tokoh-tokoh penting Belanda.

Baca juga: Identik dengan HUT RI, Begini Asal Mula Panjat Pinang

Bahkan, tradisi melumeri batang pohon pinang dengan pelicin pun sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Warga mengikuti lomba panjat pinang, pukul bantal dan makan donat untuk memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di saluran Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga mengikuti lomba panjat pinang, pukul bantal dan makan donat untuk memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di saluran Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2019).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
Agrowisata Kuncen Polobogo Kabupaten Semarang, Keindahan Alam di Selatan Gunung Merbabu

Agrowisata Kuncen Polobogo Kabupaten Semarang, Keindahan Alam di Selatan Gunung Merbabu

Jalan Jalan
Menjelajahi Kakatiya Rudreshwara, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di India

Menjelajahi Kakatiya Rudreshwara, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di India

Jalan Jalan
3 Fakta Trans-Iranian Railway, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di Iran

3 Fakta Trans-Iranian Railway, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di Iran

Jalan Jalan
Per 29 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh di Sumatera Wajib Bawa Kartu Vaksin Covid-19

Per 29 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh di Sumatera Wajib Bawa Kartu Vaksin Covid-19

Travel Update
Banyak Hotel di NTB Tutup Gara-gara PPKM Darurat

Banyak Hotel di NTB Tutup Gara-gara PPKM Darurat

Travel Update
IHGMA NTB Sebut Percuma Harga Hotel Murah kalau Tidak Ada Permintaan

IHGMA NTB Sebut Percuma Harga Hotel Murah kalau Tidak Ada Permintaan

Travel Update
Cara Registrasi Online via WhatsApp untuk Liburan ke TN Komodo

Cara Registrasi Online via WhatsApp untuk Liburan ke TN Komodo

Travel Update
Syarat Wisata ke Gili Lawa di TN Komodo, Bawa Surat Negatif Covid-19

Syarat Wisata ke Gili Lawa di TN Komodo, Bawa Surat Negatif Covid-19

Travel Update
Mengenal Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol, Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Mengenal Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol, Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Jalan Jalan
Gili Lawa di TN Komodo Akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Gili Lawa di TN Komodo Akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit akibat PPKM Darurat

Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit akibat PPKM Darurat

Travel Update
Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Jalan Jalan
Semua Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Semua Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Travel Update
Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X