Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Semua Orang Wajib Swab Test PCR ke Bali, Siapa Saja?

Kompas.com - 19/12/2020, 15:05 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mewajibkan orang yang masuk ke Bali lewat jalur udara untuk menunjukkan surat bukti negatif Covid-19 lewat tes swab berbasis PCR.

Dalam aturan terbaru penyesuaian Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020, ternyata tidak semua golongan yang masuk ke Bali lewat jalur udara diwajibkan melakukan tes swab PCR.

Berdasarkan arahan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, tercantum beberapa golongan yang masuk ke dalam pengecualian uji swab berbasis PCR dan tes rapid antigen.

Baca juga: Panduan Lengkap Syarat Masuk Bali Saat Libur Akhir Tahun, Apa Saja?

Orang-orang yang termasuk dalam golong berikut diizinkan untuk tidak menunjukkan surat bukit negatif uji swab berbasis PCR dan/atau tes rapid antigen saat masuk ke Bali. Berikut ini daftar golongan yang termasuk ke dalam pengecualian.

  • Anak usia hingga 12 tahun
  • Kru pesawat
  • Penumpang transit
  • Penumpang pesawat divert atau pendaratan darurat
  • ASN, TNI, Polri yang mendapat tugas mendadak
  • Penumpang dari daerah yang tidak ada fasilitas swab PCR

Ilustrasi Bali - Pura Taman Saraswati di Gianyar.SHUTTERSTOCK / Pelikh Alexey Ilustrasi Bali - Pura Taman Saraswati di Gianyar.

Dalam SE Gubernur Bali sebelumnya, tidak terdapat pengecualian seperti di atas. Perubahan aturan ini, menurut Sekretaris Satuan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin, dilakukan untuk mempermudah pesyaratan masuk Bali, sehingga dilakukan pelonggaran.

Dalam daftar pengecualian tersebut, tertera anak-anak di bawah usia 12 tahun yang diizinkan tidak melakukan swab tes PCR dan/atau rapid test antigen ketika masuk ke Bali.

Salah satu alasan termasuknya golong anak-anak di bawah usia 12 tahun tersebut, kata Rentin, adalah mencegah anak-anak merasa trauma dan takut berlebihan karena harus melakukan swab tes PCR dan/atau rapid test antigen tersebut.

“(Mencegah) traumatik dan ketakutan berlebihan pada anak-anak,” kata Rentin pada Kompas.com, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Terbang ke Bali Harus Swab Test, Bagaimana jika Daerah Asal Tak Ada Fasilitas Swab?

Selain kategori anak-anak, terdapat pula kategori penumpang dari daerah yang tidak ada fasilitas swab PCR.

Para penumpang pesawat yang daerahnya belum memiliki fasilitas swab PCR, masih akan diterima di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Dengan catatan bahwa ketika penumpang tersebut landing di bandara, penumpang tersebut wajib melakukan wapid test di bandara,” kata Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Taufik Yudhistira ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Mulai Jumat (18/12/2020), Bandara I Gusti Ngurah Rai menyediakan pelayanan rapid test antigen di kawasan bandara.

Lokasinya terletak di sebelah barat pintu keluar Terminal Domestik Kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Harga untuk rapid test antigen di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah Rp 170.000.

Aturan terbaru masuk Bali

Selain pengecualian tersebut, Pemprov Bali juga mengubah sejumlah aturan yang tertera pada SE Gubernur tersebut. Beberapa perubahan tersebut di antaranya adalah masa berlaku aturan baru yang diundur sehari menjadi Sabtu (19/12/2020) hingga Senin (4/1/2021).

Sejumlah calon penumpang pesawat berada di kawasan Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (13/3/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai mencatat selama bulan Februari 2020 telah melayani sebanyak 724.898 orang penumpang rute domestik dan 833.855 orang penumpang rute internasional atau menurun sekitar 12 persen jika dibandingkan dengan periode bulan Februari 2019. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pd.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Sejumlah calon penumpang pesawat berada di kawasan Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (13/3/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai mencatat selama bulan Februari 2020 telah melayani sebanyak 724.898 orang penumpang rute domestik dan 833.855 orang penumpang rute internasional atau menurun sekitar 12 persen jika dibandingkan dengan periode bulan Februari 2019. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pd.

Sebelumnya, aturan swab test dan/atau rapid test antigen tersebut seharusnya berlaku mulai Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Aturan Terbaru ke Bali, Tes Swab PCR Maksimal H-7 Keberangkatan

Selain itu, ada pula pelonggaran batas maksimal swab test PCR dan rapid test antigen yang bisa digunakan. Sebelumnya, batas maksimal surat keterangan swab test PCR dan rapid test antigen yang bisa digunakan harus diambil maksimal H-2 sebelum keberangkatan.

Kini, batas maksimalnya dilonggarkan menjadi maksimal H-7 sebelum keberangkatan.
Pelonggaran ini, menurut Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, diputuskan setelah rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Dalam rapat tadi (pukul 14.00 WITA), tentu pemerintah pusat sudah mendapat masukan dari opini yang berkembang di masyarakat. Dalam rapat tadi, dilakukan penyesuaian-penyesuaian," kata Dewa Made Indra di Kantor Dinas Kominfo Bali, Denpasar, Kamis (17/12/2020) sore.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

Jalan Jalan
7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

Jalan Jalan
Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Travel Update
Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Travel Tips
Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Travel Update
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Travel Update
Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Jalan Jalan
Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Travel Update
KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

Travel Update
Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Travel Update
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Travel Update
Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Travel Update
Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Jalan Jalan
Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com