Kompas.com - 27/07/2021, 19:09 WIB
Dua orang wisatawan yang tengah menikmati pemandangan di Curug Balong Endah, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa (25/5/2021). kompas.com / Nabilla RamadhianDua orang wisatawan yang tengah menikmati pemandangan di Curug Balong Endah, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa (25/5/2021).

 

KOMPAS.comPPKM Darurat yang diterapkan pada 3 Juli-2 Agustus 2021 membuat para pelaku sektor pariwisata merasa cukup kesulitan untuk bergerak.

Sebab, kebijakan tersebut tidak hanya membatasi mobilitas masyarakat, namun juga mewajibkan penutupan tempat wisata di berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Salah satu pelaku pariwisata yang terdampak PPKM Darurat adalah Pemilik Geo Trans Wisata bernama Bagus.

Baca juga: Wisata Tutup Selama PPKM, Pemkab Gunungkidul Rencanakan Revisi Target Kunjungan

Geo Trans Wisata merupakan usaha pariwisata milik Bagus yang telah beroperasi sejak Agustus 2014. Selain berfokus pada kegiatan minat khusus, terutama wisata alam, Bagus juga merambah dunia rental mobil sembari menyediakan beragam kebutuhan tur seperti privat maupun rombongan wisata.

Kepada Kompas.com dia bercerita, Senin (26/7/2021), dampaknya sama-sama terasa berat seperti saat pandemi Covid-19 pertama kali melanda Indonesia pada Maret 2020.

“Dampak sama saja karena adanya mobilitas manusia. Apalagi, selama pembatasan dengan berbagai nama itu, tempat wisata pun juga ikut tutup,” ungkapnya.

Kendati demikian, tahun ini terasa lebih berat karena dunia pariwisata sudah puasa selama 1,5 tahun walau kehidupan para pelaku pariwisata tetap harus dijaga kelangsungannya.

Terlebih, lanjut Bagus, ada para pelaku pariwisata yang memiliki tanggungan di perbankan yang membuat dampak dari PPKM Darurat terasa semakin berat.

Baca juga: Pemkot Batu Akan Beri Insentif kepada Usaha Pariwisata yang Masih Tutup akibat PPKM

“Untuk awal pandemi, pemerintah memang membantu dengan penundaan pembayaran kredit perbankan. Untuk PPKM saat ini, pemerintah tidak menyentuh aspek tersebut,” jelas Bagus.

“Kawan-kawan saya sudah banyak asetnya yang dijual murah agar mampu bertahan. Ada yang sudah dijual murah sejak awal Covid-19 masuk, saat ini juga masih banyak yang jual demi bisa bertahan,” sambung dia.

Pengunjung menaiki wahana di Dufan, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (29/10/2020). Liburan panjang dimanfaatkan warga untuk berwisata ke tempat wisata pantai tersebut, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 22.000 pada pukul 15.00. Kuota pengunjung dibatasi 25 persen dari kapasitas maksimal atau 25.000 orang pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengunjung menaiki wahana di Dufan, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (29/10/2020). Liburan panjang dimanfaatkan warga untuk berwisata ke tempat wisata pantai tersebut, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 22.000 pada pukul 15.00. Kuota pengunjung dibatasi 25 persen dari kapasitas maksimal atau 25.000 orang pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.