Kompas.com - 16/09/2021, 19:07 WIB
Candi Prambanan, salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Wikimedia CommonsCandi Prambanan, salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

KOMPAS.com – Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Devi Roza Kausar mengatakan, storytelling merupakan cara untuk membuat suatu destinasi wisata makin atraktif.

Storytelling membuat destinasi wisata semakin menarik bagi wisatawan domestik karena mereka bisa menemukan sesuatu yang baru di daerah mereka,” jelas dia.

Pernyataan itu Devi sampaikan dalam Global Tourism Forum: Hybrid Event Leaders Summit Asia Indonesia 2021 hari kedua pada Kamis (16/9/2021).

Baca juga:

Adapun, destinasi wisata akan menjadi makin atraktif lantaran storytelling sudah mengemas cerita yang belum pernah didengar atau diberi tahu kepada orang lain.

Devi juga melanjutkan bahwa storytelling tidak hanya membuat destinasi wisata makin atraktif, tetapi bahkan dapat membuatnya terkesan seperti “baru”.

Storytelling membuat orang-orang berinteraksi dengan area mereka sendiri. Saat wisatawan bertemu dengan komunitas di destinasi wisata, pengalaman cerita dapat dibentuk. Cerita tentang penyembuhan, kelangsungan hidup, dan resiliensi dapat dirasakan” tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Storytelling untuk ketahui latar belakang destinasi wisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya mendukung strategi promosi wisata berbasis storytelling.

Dalam siaran persnya pada Jumat (23/7/2021), storytelling merupakan langkah penting bagi wisatawan untuk mengetahui latar belakang destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Ornamen Naga, Gunung, dan Anak Kecil perwujudan Baru Klinting yang Mencabut Lidi.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Ornamen Naga, Gunung, dan Anak Kecil perwujudan Baru Klinting yang Mencabut Lidi.

Melalui storytelling, nilai-nilai unik dan menarik dari suatu destinasi wisata atau produk ekonomi kreatif dari destinasi tersebut dapat dengan mudah digali calon pelancong.

Lebih lanjut, menurut Sandiaga strategi itu juga dapat memberi pengalaman berwisata yang lebih bermakna saat wisatawan berkunjung ke destinasi wisata pilihannya.

Baca juga:

Senada dengan Sandiaga, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani juga mengatakan hal yang sama pada Juni 2020 lalu.

Menurut dia, anak muda masa kini akan merasa bosan dan tidak akan berkunjung lagi ke suatu destinasi wisata jika tidak mendengar cerita yang menarik.

“Untuk itu, narasi yang dibangun melalui storytelling yang baik akan mampu memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, menambah pengalaman berkunjung wisatawan, dan membangun rasa penasaran bagi orang-orang,” kata dia dalam webinar “Mengangkat Nilai-nilai Produk Wisata Warisan Budaya Dunia dengan Gaya Bercerita Millenial, Kamis (11/6/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Travel Update
Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Travel Update
Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Travel Update
Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Jalan Jalan
Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Jalan Jalan
Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Travel Update
Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Travel Update
Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Jalan Jalan
Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Travel Update
4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

Jalan Jalan
Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Travel Update
Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Travel Update
7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

Travel Tips
Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.