Kompas.com - 11/10/2021, 16:12 WIB
Ilustrasi Bali - Pura Taman Saraswati di Gianyar. SHUTTERSTOCK / Pelikh AlexeyIlustrasi Bali - Pura Taman Saraswati di Gianyar.

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengumumkan pengetatan persyaratan perjalanan internasional yang harus dijalani wisatawan mancanegara (wisman).

Hal ini terkait pelaksanaan uji coba penerimaan kunjungan wisman di Bali pada 14 Oktober 2021. 

"Pengetatan persyaratan perjalanan internasional yang dilakukan sebelum dan saat kedatangan harus dipenuhi oleh wisatawan mancanegara (dari) negara-negara yang nanti akan dipilih," ujar Sandiaga saat Weekly Press Briefing, Senin (11/10/2021).

Baca juga:

Berikut pengetatan persyaratan perjalanan internasional yang dimaksud:

Sebelum kedatangan (pre-departure requirement):

Sebelum bepergian, sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh calon wisman adalah:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Mendapat Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Berasal dari negara dengan kategori low-risk (berisiko rendah) Covid-19, setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan.
  • Menunjukkan hasil negatif Covid-19 melalui tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3x24 jam sebelum pukul keberangkatan.
  • Menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 lengkap. Dosis kedua didapat setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan.
  • Bukti vaksinasi Covid-19 harus dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal.
  • Asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal 100.000 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 1,4 miliar) dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19. 
  • Mengunduh dan meng-install aplikasi PeduliLindungi.

Berdasarkan Kompas.com, Senin, saat ini bentuk visa untuk wisman masih dalam tahap persiapan.

Sedangkan menurut keterangan resmi dari Sekretariat Kabinet, Senin, negara asal wisman harus dengan kasus konfirmasi level 1 dan 2 dengan positivity rate di bawah lima persen. 

Ilustrasi wisatawan di Bali. Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi wisatawan di Bali.

Saat kedatangan (on arrival requirement):

Setibanya di Pulau Dewata, berikut langkah-langkah yang harus dijalani oleh wisman:

  • Mengisi e-HAC melalui aplikasi PeduliLindungi.
  • Menjalani tes RT-PCR dengan menunjukkan bukti konfirmasi pembayaran. Mereka dapat menunggu hasil tes di akomodasi yang telah dipesan sebelumnya.
  • Apabila hasil tes RT-PCR negatif, maka mereka dapat menjalani karantina.
  • Apabila hasil tes RT-PCR positif dan tanpa gejala, maka mereka harus diisolasi di akomodasi masing-masing.
  • Jika hasil tes RT-PCR positif dan bergejala, maka mereka wajib dikarantina di fasilitas kesehatan terdekat dari akomodasi.
  • Pelaku perjalanan yang hasil tesnya positif dapat menjalani tes RT-PCR pada hari kelima. 
  • Jika hasil tes RT-PCR pada hari kelima negatif, mereka dapat melakukan aktivitas luar ruangan (karantina periode adaptasi).
  • Jika hasil tes RT-PCR pada hari kelima positif, mereka harus mengulang siklus karantina.

Mengenai masa karantina, saat ini masa karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri di Indonesia adalah delapan hari.

Namun, menurut Kompas.com, Jumat (8/10/2021), terdapat usulan untuk mengurangi masa karantina menjadi lima hari saja.

Baca juga:

"Usulan karantina sekarang yang sudah disetujui oleh Bapak Presiden (adalah) lima hari, namun belum final decision (keputusan akhir). Ini kabar terbaru. Kami diberikan beberapa hari ke depan apakah lima hari ini jadi final (decision) karena durasi karantina adalah hitungan inkubasi. Catatan terbaru, (rata-rata) inkubasi Covid-19 adalah 3,7 hingga 3,8 hari," jelas Sandiaga.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berencana menyediakan 35 hotel untuk karantina, serta sejumlah fasilitas penunjang tracing dan treatment. 

Kebijakan jika ada peningkatan kasus Covid-19

Ilustrasi sawah di Ubud, Bali.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi sawah di Ubud, Bali.

Dalam saat yang sama, Sandiaga menyampaikan sejumlah kebijakan yang disiapkan jika ada peningkatan kasus Covid-19 dalam periode evaluasi.

Adapun kebijakan ini mengadaptasi program Phuket Sandbox yang telah diterapkan pemerintah Thailand sejak Juli 2021 silam.

Kebijakan yang akan diambil, antara lain:

  • Pembatasan kegiatan, salah satunya kegiatan wisata di destinasi tertentu.
  • Pembatasan kegiatan hanya di lingkungan hotel/resort.
  • Menutup perbatasan kembali atau end of project.
  • Pemerintah akan terus mematangkan berbagai alternatif emergency exit/contigency plan dengan berbagai pihak, terutama BNPB, Satgas Covid-19, dan Kementerian Kesehatan. 

Baca juga:

Skema charter direct flight

Skema charter direct flight atau penerbangan charter langsung akan disiapkan dalam konsep Travel Corridor Arrangement (TCA). 

Skema ini dinilai memudahkan wisman yang akan masuk ke Indonesia lantaran mereka tidak perlu transit ke negara lain.

"Selain Bali, hingga saat ini menurut Permenkumham (Peraturan Menteri Hukum dan HAM) No. 34/2021, belum diperbolehkan kunjungan untuk tujuan wisata. Bandara Sam Ratulangi (Sulawesi Utara) dan (Bandara) Soekarno-Hatta (Banten) sampai saat ini terbuka hanya bagi pelaku perjalanan internasional dengan tujuan bisnis esensial," jelasnya. 

Kendati demikian, Bali, serta nantinya Batam dan Bintan akan menjadi destinasi uji coba penerimaan wisman.

"Dalam waktu dekat, Bintan akan diupayakan untuk dibuka untuk wisatawan asal Singapura dengan skema TCA (Safe Travel Lane)," tambahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.