Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/10/2021, 18:33 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, keputusan karantina wisatawan mancanegara (wisman) dan pelaku perjalanan luar negeri harus berbasis data.

"Semua keputusan karantina disetujui dan didukung oleh data yang dikumpulkan oleh para ahli, epidemiolog yang ada di Indonesia dan di luar. Dan itu dilakukan penelaahan oleh tim dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kesehatan yang menentukan berdasarkan data-data terakhir, dan salah satunya inkubasi," terangnya saat Weekly Press Briefing, Senin (11/10/2021).

Ia melanjutkan bahwa pihaknya mengikuti karena semua harus berbasis sains dan data. Menurutnya, prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat dan wisatawan. 

"Dan kita jangan pernah mengambil risiko menurunkan jumlah hari karantina agar bersaing dengan destinasi lain," tambahnya.

Baca juga:

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (8/10/2021), masa karantina wisman dan pelaku perjalanan luar negeri rencananya akan dikurangi dari delapan hari menjadi lima hari. 

Rencana tersebut mendapat beragam tanggapan, khususnya dari pelaku pariwisata. Mereka berharap agar masa karantina dikurangi agar tidak membebankan wisatawan dari segi biaya dan waktu. 

Sementara itu, Sandiaga mengatakan bahwa usulan masa karantina masih menunggu keputusan akhir. 

"Usulan karantina sekarang yang sudah disetujui oleh Bapak Presiden (adalah) lima hari, namun belum final decision (keputusan akhir). Ini kabar terbaru. Kami diberikan beberapa hari ke depan apakah lima hari ini jadi final (decision) karena durasi karantina adalah hitungan inkubasi. Catatan terbaru, (rata-rata) inkubasi Covid-19 adalah 3,7 hingga 3,8 hari," jelasnya. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+