Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Hotel yang Sering Digunakan Tamu 

Kompas.com - 09/12/2021, 12:12 WIB
Desi Intan Sari,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

Sumber Forbes

KOMPAS.com Hotel merupakan salah satu tempat ternyaman untuk menginap saat berlibur, Kasur yang nyaman dan kamar yang tampak bersih membuat orang betah berlama-lama beristirahat. 

Pada masa pandemi Covid-19, hotel-hotel tentunya menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, setiap ruangan dan sudut-sudut yang ada di hotel dibersihkan secara berkala. 

Sayangnya meski sudah dibersihkan, tetap saja ada tempat-tempat yang kotor dan penuh kuman penyakit. 

Melansir dari Forbes pada Rabu (8/12/2021) tim dari UpgradedPoints melakukan survei pada sejumlah hotel dan ditemukan fakta mengejutkan. 

Baca juga: Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

CEO web UpgradedPoints Alex Miller menyebutkan, bisa jadi rumah Anda yang sering dibersihkan lebih aman dari kuman daripada hotel yang tampak bersih, bahkan bintang lima sekalipun. 

UpgradedPoints membandingkan beberapa obyek yang paling sering disentuh di hotel dengan barang-barang rumah tangga biasa.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa secara keseluruhan rata-rata tombol lift hotel memiliki 1.477 kali lebih banyak kuman daripada pegangan pintu kamar mandi rumah. 

Sedangkan pegangan pintu di kamar mandi rumah hanya ditemukan rata-rata dan 737 kali lebih banyak kuman daripada bagian dudukan toilet, kemudian gagang pintu hotel rata-rata memiliki 918 kali lebih banyak kuman daripada dudukan toilet rumah tangga. 

The Presidential Suite at the Rosewood Carlyle Hotel in New York CityArchitectural DIgest The Presidential Suite at the Rosewood Carlyle Hotel in New York City

Baca juga: Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Selain itu biaya hotel juga tak menjamin bahwa kamar yang disewa lebih bersih dari pada hotel yang lebih murah.

Ditemukan fakta bahwa tombol lift hotel bintang lima memiliki kuman hampir tujuh kali lebih banyak daripada rata-rata hotel bintang empat dan hampir 1.000 kali lipat dari rata-rata hotel bintang tiga.

Berikut adalah beberapa hal kotor lainnya yang perlu diwaspadai saat menginap di hotel, selain tombol lift dan juga gagang pintu. 

1. Kursi Kamar

Menurut seorang dokter di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Minnesota, kursi biasanya tidak dibersihkan seperti seprai dan handuk, sehingga mengandung kuman yang tidak terlihat oleh mata.

Baca juga: 4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Ilustrasi gorden kamar tidur.PIXBAY/PEXELS Ilustrasi gorden kamar tidur.

2. Meja 

Seorang dokter naturopati Jennifer Stagg memperingatkan bahwa virus yang menyerang pernapasan diketahui dapat bertahan di meja hingga empat hari. 

3. Gorden

Jangan berasumsi bahwa tirai di kamar hotel itu benar-benar bersih. Pertimbangkan fakta bahwa dibutuhkan usaha untuk menurunkannya agar bisa dibersihkan, belum lagi harus dipasang kembali. 

4. Ember es

Hati-hati terhadap ember es yang ada di hotel karena dapat menampung banyak kuman, bahkan norovirus.

Baca juga: Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Itu karena wadah sederhana tersebut ternyata sering digunakan oleh para tamu untuk menampung muntahan.

5. Sarung bantal 

Sarung bantal akan diganti setiap ada tamu baru yang menyewa kamar. Meski tak ada bekas noda, tetap aja ada ada bakterinya karena wajah dan rambut sering kali menempel di sana. Jika memiliki alergi, disarankan untuk membawa sarung batal sendiri.

6. Remote televisi

Saat dilakukan sesi bersih-bersih di rumah, remote televisi saja jarang dibersihkan. Hal itu juga berlaku untuk di hotel, sehingga ada banyak bakteri yang ditemukan.

Ilustrasi remote TV.PIXABAY/MARIA_DOMNINA Ilustrasi remote TV.

Menurut ahli mikrobiologi dari Universitas Arizona Luisa Ikner, ditemukan juga koloni E. Coli di remote tv hotel.

Baca juga: 8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

7. Selimut 

Adanya selimut di kasur membuat kamar terlihat bagus, sayangnya selimut di hotel tidak selalu dibersihkan setiap digunakan oleh tamu.

Bahkan sebuah investigasi dari CNN ditemukan bahwa seprai atau selimut mungkin hanya diganti empat kali dalam setahun. 

8. Tempat minum

Tempat minum di hotel, seperti gelas dan mug biasanya tidak dibersihkan secara teliti. Bahkan, banyak pelayan yang hanya membilasnya dengan air tanpa mencuci memakai sabun. Bila ingin minum, disarankan untuk mencuci lagi sendiri. 

Baca juga: Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

9. Telepon

Telepon termasuk sarang bakteri karena setiap tamu sering menggunakannya. Sama seperti remote, telepon juga jarang dibersihkan. Bahkan dari penyelidikan di acara Today, permukaan telepon sering diabaikan saat pembersihan rutin. 

Namun tak perlu putus asa dan merasa takut untuk menginap di hotel karena sebuah studi JD Power baru-baru ini menunjukkan bahwa beberapa hotel baik-baik saja dalam hal kebersihan. 

Baca juga: Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Kepuasan tamu dengan kebersihan kamar mereka juga telah meningkat selama lima tahun berturut-turut, mencapai peringkat tertinggi sepanjang masa sebesar 8,53 (10 poin), menurut skala pada 2020.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com