Kompas.com - 18/06/2022, 19:46 WIB

KOMPAS.comHari Raya Kuningan merupakan salah satu hari besar umat Hindu di Indonesia yang dirayakan 10 hari setelah Hari Suci Galungan. Tahun ini, Hari Raya Kuningan jatuh pada hari Sabtu (18/6/2022).

Jika Galungan diperingati untuk merayakan kedatangan para dewa dan leluhur ke bumi, Kuningan itu diperingati sebagai momen kembalinya para dewa dan leluhur ke surga. 

Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali I Gede Pitana menjelaskan, perayaan Kuningan itu lebih sederhana, dibandingkan dengan Galungan, dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/4/2021). 

Alasannya adalah karena acara puncaknya itu ada di Hari Suci Galungan.  

Baca juga:

"Kalau Kuningan, dewa-dewa (dan) leluhur kembali ke surga. Puncaknya tetap di Galungan. Kuningan itu mereka sudah kembali," jelasnya.

Oleh sebab itu, dalam memperingati Hari Raya Kuningan, umumnya umat Hindu di Bali akan merayakannya secara sederhana. 

"Kuningan itu kecil. Biasalah, misalnya seperti kita upacara di kantor, dibuka oleh menteri, ditutup pak lurah, misalnya. Jadi pembukaannya besar, penutupannya sekadarnya saja," tuturnya.

Baca juga: Apa Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan? Ini Penjelasannya

Apa yang dilakukan pada Hari Raya Kuningan? 

Dilansir dari laman Dinas Perumahan Buleleng, nama lain dari Hari Raya Kuningan adalah Tumpek Kuning. Berdasarkan perhitungan kalender Bali, Tumpek Kuning biasanya jatuh pada Sabtu Kliwon wuku Kuningan.

Dalam merayakan Hari Raya Kuningan, umat Hindu akan membuat sesajen untuk dipersembahkan ke sejumlah palinggih atau pelinggih (tempat pemujaan). 

Isi sesajen di palinggih utama ada tebog (alas sesajen yang dibuat dari janur), canang meraka, pasucian, dan canang burat wangi. 

Lalu, di palinggih yang lebih kecil, sesajennya berupa nasi selangi, canang meraka, pasucian, dan canang burat wangi. 

Baca juga: Hanya Orang Sakit Gede yang Senang Lihat Bali Macet Lagi

Warga berdoa saat perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Bali, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.AFP/SONNY TUMBELAKA Warga berdoa saat perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Bali, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.

Bagian kamar suci (tempat membuat sesajen atau paruman), sesajennya berisi nasi kuning, lauk pauk, dan daging bebek. 

Sementara itu, untuk palinggih di seluruh bangunan (pelangkiran) akan diisi dengan gantung-gantungan, tamiang, dan kolem. 

Kemudian, untuk setiap keluarga yang merayakan Kuningan akan membuat dapetan, dengan isi sesayut prayascita luwih nasi kuning dengan lauk daging bebek atau ayam.

Tebog yang sudah dibuat juga akan diisi dengan nasi kuning, lauk-pauk ikan laut, telur dadar, dan wayang-wayangan dari bahan pepaya atau mentimun. 

Bagian dasar tebog dibuat memakai taledan yang diisi dengan ketupat nasi,  dan dua buah sampiannya yang disebut kepet-kepetan. 

Bagi keluarga yang tidak bisa membuat tebog, bisa menggantinya dengan piring.

Sebagai informasi, saat Kuningan ada juga sejumlah perlengkapan yang khas, misalnya endongan sebagai simbol persembahan kepada Sang Hyang Widhi.

Lalu, ada tamiang yang punya simbol sebagai penolak malabahaya dan kolem yang menggambarkan tempat peristirahatan Sang Hyang Widhi atau para dewa dan leluhur.

Baca juga: 10 Taman Hiburan Terbaik Dunia 2022 Versi TripAdvisor, Ada Bali

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.