Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Kompas.com - 04/07/2022, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin mengatakan bahwa aturan khusus menyangkut keamanan operasional kapal wisata akan semakin diperketat.

Ini diungkapkannya menanggapi peristiwa tenggelamnya kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (28/6/2022) pagi. Dua penumpang kapal tewas, sementara 22 orang lainnya berhasil diselamatkan.

Baca juga: Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Ibu dan Anak Meninggal, 22 Orang Selamat

"Menyambut musim liburan, aturan akan diperketat, dan menjadi keharusan aspek keamanan diutamakan. Safety first, dan ini bagian dari CHSE, yaitu Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan)," ujarnya saat Weekly Press Briefing secara hybrid, Senin (04/07/2022).

Ia menambahkan, aturan yang ada sebetulnya sudah diperketat. Kapal yang boleh berlayar hanya jika mengantongi izin operasi dari Dinas Pariwisata Manggarai Barat. Selain itu, kapten dan anak buah kapal (ABK) juga wajib memiliki sertifikasi keselamatan.

Lebih lanjut, Sandiaga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengecek kesiapan armada kapal, serta secara khusus mengevaluasi kesiapan layanan kapal wisata.

Baca juga:

Ia juga memberikan pesan pentingnya aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan yang harus menjadi suatu kewajiban untuk dipenuhi penyelenggara wisata dan transportasi laut.

"Sama seperti bus-bus pariwisata, (harus diperiksa) bagaimana kondisi kapal, dan bagaimana juga kondisi dari nakhoda serta awak kapal atau ABK yang harus memiliki sertifikasi keselamatan," tambah Sandiaga.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Imbau wisatawan agar lebih waspada

Panorama Pulau Padar. SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN Panorama Pulau Padar.

Selain memastikan kesiapan kapal wisata, Menparekraf mengimbau para wisatawan untuk selalu berhati-hati dan teliti dalam memilih transportasi laut.

Baca juga:

Sebab, kata Sandiaga, informasi terkait perizinan atau clearance sudah tersedia secara online. 

"Perizinan juga tersedia secara online, ini harus mampu menjadi acuan wisatawan sebelum memutuskan untuk memilih sarana transportasi laut, agar bisa mendapatkan layanan yang tentunya aman dan nyaman," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.