Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/01/2023, 12:11 WIB

KOMPAS.com - Suhu kota terdingin di dunia, Yakutsk, kini kembali turun hingga minus 62,7 derajat celsius.

Dilansir dari CNN, sebelumnya suhu di ibu kota Republik Sakha Rusia di Siberia timur itu juga sudah mencetak rekor minus 50 derajat celsius.

Menurut para ahli meteorologi, suhu saat ini menjadi yang terdingin dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Baca juga:

Meskipun demikian, para penduduk kota tambang tersebut sudah sering melihat alat pengukur suhu menunjukkan angka di bawah minus 40.

Para ahli mengatakan bahwa suhu ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan fisik serius, seperti radang dingin yang bisa berbahaya.

Suhu ekstrem tersebut membuat para penduduk harus menggunakan pakaian tebal berlapis.

Baca juga: 5 Tips Liburan Musim Dingin di Swiss, Belajar Ski dan Atur Biaya

Salah seorang penduduk terlihat menggunakan dua syal dan beberapa lapis sarung tangan, topi, dan penutup kepala.

"Kamu harus menyesuaikan cara berpakaian atau jika tidak, kamu bakal menderita," ujarnya kepada Reuters.

Untuk diketahui, pada tahun 2018, cuaca menjadi sangat dingin di kota berpopulasi 355.500 itu, sampai-sampai beberapa penduduk mengatakan bulu mata mereka sampai membeku.

Baca juga: Siapkan Koper, Berikut Itinerari Liburan Musim Dingin dan Semi di Korea

Kota ini memang berada di permafrost, lapisan tanah beku yang terdiri dari tanah, kerikil, dan pasir yang biasanya diikat oleh es di bawah permukaan bumi. Banyak rumah dibangun di atas tumpukan beton.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Karena iklim subarktiknya yang intens, pariwisatanya tidak terlalu berkontribusi terhadap ekonomi lokal.

Baca juga: 7 Festival Musim Dingin di Australia, Berburu Truffle dan Naik Alpaka

Meski demikian, kota ini tetap menarik para petualang yang ingin merasakan pengalaman hidup di tempat terdingin di dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNN,Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+