KOMPAS.com - Setelah ditutup untuk restorasi selama hanpir 50 tahun, sebuah palazzo kekaisaran Romawi kuno yang terletak di atas Bukit Palatine di Roma, Italia, yakni Domus Tiberiana, dibuka kembali pada Kamis (21/9/2023).
Palazzo berusia hampir 2.000 tahun ini dulunya adalah rumah bagi para penguasa pada masa kekaisaran.
Berdiri di palazzo yang ada di bukit ini memungkinkan kita melihat pemandangan Forum Romawi yang ada di bawahnya.
Baca juga:
Seusai dilakukan restorasi struktural demi alasan keamanan, Domus Tiberiana kini bisa dikunjungi.
"Palazzo yang telah dipugar ini adalah istana kekuasaan yang luar biasa," ungkap Direktur Taman Arkeologi Colosseum, Alfonsina Russo dalam sebuah keterangan tertulis, seperti dikutip Kompas.com dari AP News, Jumat (22/9/2023).
Dalam keterangannya, Alfonsina juga mengutip sebuah karya dari seorang penyair Romawi abad pertama yang menyebutkan bahwa palazzo luas ini tampak "tak terbatas" dan memiliki "kemegahan yang seperti langit".
Dibukanya kembali palazzo ini untuk umum membuat para pengunjung dapat memperoleh gambaran yang lebih baik tentang jalur-jalur yang pernah dilalui para kaisar kuno dan istana mereka dalam perjalanan menuju domus atau tempat tinggal.
Baca juga:
Adapun kata "palatial", palazzo dalam bahasa Inggris, terinspirasi dari kediaman kekaisaran yang mewah di puncak Palatine, salah satu dari tujuh bukit di Roma kuno.
Domus yang dibangun di lereng barat laut bukit ini dianggap sebagai istana kekaisaran pertama yang sesungguhnya.
Selain kediaman kaisar, kompleks ini juga memiliki taman, tempat ibadah, tempat tinggal bagi Pengawal Praetorian yang melindungi penguasa, serta distrik layanan bagi para pekerja yang menghadap ke Forum Romawi.
Jika mengunjungi domus, pengunjung bisa melihat ratusan artefak yang pernah ditemukan, termasuk benda-benda dari logam dan kaca. Patung-patung, dekorasi lain, serta koin kuno.
Adapun studi arkeologi menunjukkan bahwa fondasi palazzo ini berasal dari era Nero, tidak lama setelah kejadian kebakaran pada tahun 64 Masehi yang meluluhlantakkan sebagian besar kota.
Baca juga: Liburan ke Italia, Waspada Copet
Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, kediaman ini mengalami penelantaran selama berabad-abad, hingga akhirnya pada tahun 1500-an, keluarga bangsawan Farnese membangun sebuah taman yang luas di sekitar reruntuhan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.View this post on Instagram
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.