Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pajak Hiburan Naik, Sandiaga: Menunggu Detail Keputusan MK

Kompas.com - 15/01/2024, 20:19 WIB
Krisda Tiofani,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan kenaikan pajak hiburan menjadi 40-75 persen mendapat respons negatif dari pelaku usaha.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, aturan ini bermula dari UU Cipta Kerja yang diturunkan ke UU Nomor 1 Tahun 2022 dan diterapkan dua tahun setelahnya.

"Seperti biasanya, (isu) ini muncul setelah akan diterapkan. Kami sudah diskusi keliling Indonesia dalam program Kemenparekraf untuk menangkap masukan dari pelaku ekonomi kreatif dan hiburan," ujar Sandiaga.

Ingar-bingar kenaikan pajak ini diakui memuncak pada awal 2024, saat aturan baru terkait pajaknya berlaku mulai 1 Januari 2024.

Sandiaga mengatakan, pelaku usaha tidak perlu khawatir terkait hal ini karena masih ada proses uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Mari menunggu hasil judicial review tersebut dan saya sampaikan kepada rekan-rekan di pemerintah daerah untuk menunggu secara detail keputusan MK," kata dia dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, Senin (15/1/2024).

Baca juga:

Ilustrasi wisata Bali.DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Ilustrasi wisata Bali.

Sebab, pajak hiburan yang dimaksud tidak pasti 75 persen. Angka sebenarnya berada pada kisaran 40-75 persen.

Penentuan besaran pajak hiburan di tempat wisata akan bergantung pada setiap pemerintah daerah.

"Namun, yang dirasakan oleh para pelaku usaha, jangankan 40 persen, naik sedikit saja sudah berat sekarang. Ini kita bantu untuk membedah berapa sih biaya untuk jasa hiburan," kata Sandiaga.

Biaya-biaya tak terduga, seperti biaya keamanan dan biaya perizinan, juga akan memberatkan pelaku usaha.

Biaya-biaya tersebut, kata dia, bisa dialihkan dengan insentif atau regulasi yang secara keseluruhan tidak membebani catatan dalam pembukuan mereka.

"Ambang batasnya harus dipastikan supaya biaya-biaya tersebut bisa dihilangkan supaya profitnya bisa wajar dan menghidupi karyawan mereka, jangan sampai terjadi PHK," ujarnya

"Mari kita gunakan kesempatan ini untuk mencari sebuah solusi yang memajukan industri parekraf, tetapi juga bisa membantu memperkuat keuangan negara. Tidak ada yang dirugikan tidak," ungkapnya.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Travel Update
Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Travel Update
Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Travel Update
Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Travel Update
Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Hotel Story
Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Jalan Jalan
Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Jalan Jalan
Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Jalan Jalan
7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

Travel Update
Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Travel Update
Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com