Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Buruk, Kapal Wisata di Labuan Bajo Dilarang ke TN Komodo 6 Hari

Kompas.com - 12/03/2024, 09:09 WIB
Nansianus Taris,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

LABUAN BAJO KOMPAS.com - Kantor Kesyahnandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Labuan Bajo mengeluarkan larangan bagi kapal wisata untuk berlayar ke sekitar perairan Taman Nasional (TN) Komodo karena cuaca buruk.

Dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan KSOP Labuan Bajo, larangan berlayar bagi kapal wisata berlaku selama enam hari, mulai Senin 11 Maret sampai Sabtu 16 Maret 2024.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan, larangan berlayar karena adanya potensi gelombang dan angin kencang di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya, sebagaimana prakiraan BMKG.

Baca juga: Wisatawan yang Hendak Snorkeling dan Diving di TN Komodo, Diimbau Cek Kesehatan Dulu

"Untuk sementara pelayanan surat persetujuan berlayar (SPB) tujuan ke Pulau Komodo ditunda dan akan dibuka kembali setelah kondisi perairan dan prakiraan cuaca dari BMKG normal kembali," jelas Stephanus, saat dikonfirmasi Senin (11/3/2024).

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

Ia melanjutkan bahwa untuk sementara waktu, KSOP hanya memberikan surat persetujuan berlayar bagi kapal wisata dengan tujuan Pulau Rinca.

Sebab menurut prakiraan cuaca di perairan ke Pulau Rinca masih bisa dilewati kapal-kapal wisata.

Baca juga: BPOLBF Perketat SOP Snorkeling di Taman Nasional Komodo

"Pelayanan SPB hanya diberikan untuk kapal wisata tujuan Pulau Rinca," ujarnya

Kapal nelayan juga dilarang ke TN Komodo

Ia menambahkan, larangan itu tidak hanya berlaku bagi kapal wisata, tetapi juga kapal nelayan.

Panorama pantai dan kapal turis di Pulau Kelor, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.SHUTTERSTOCK/LEE RISAR Panorama pantai dan kapal turis di Pulau Kelor, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.

Sementara untuk kapal penumpang, keberangkatannya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca di perairan.

Baca juga: Gigi Komodo Dewasa Mirip dengan Gigi Dinosaurus Theropoda

"Kalau kapal besar seperti Pelni masih bisa berlayar, tetapi juga nanti melihat perkembangan situasi cuaca," imbuh dia.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Travel Update
Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Travel Update
Bali Jadi Destinasi dengan Panorama Sunset Paling Indah di Dunia 2024

Bali Jadi Destinasi dengan Panorama Sunset Paling Indah di Dunia 2024

Travel Update
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat ke-22 di Dunia, tapi..

Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat ke-22 di Dunia, tapi..

Travel Update
5 Fakta Menarik Keberangkatan Calon Jemaah Haji ke Tanah Suci

5 Fakta Menarik Keberangkatan Calon Jemaah Haji ke Tanah Suci

Travel Update
5 Tempat Wisata di Bondowoso, Banyak Wisata Alamnya

5 Tempat Wisata di Bondowoso, Banyak Wisata Alamnya

Jalan Jalan
4 Wisata Religi di Sidoarjo Jawa Timur, Ada Masjid sejak 1859

4 Wisata Religi di Sidoarjo Jawa Timur, Ada Masjid sejak 1859

Jalan Jalan
5 Kolam Renang di Bekasi Jawa Barat untuk Libur Sekolah Anak

5 Kolam Renang di Bekasi Jawa Barat untuk Libur Sekolah Anak

Jalan Jalan
5 Wisata di Banyumas, Ada Hutan Pinus dan Kebun Raya

5 Wisata di Banyumas, Ada Hutan Pinus dan Kebun Raya

Jalan Jalan
5 Wisata di Bedugul Bali untuk Isi Waktu Libur Anak, Ada Apa Saja?

5 Wisata di Bedugul Bali untuk Isi Waktu Libur Anak, Ada Apa Saja?

Jalan Jalan
10 Museum di Bandung untuk Anak, Belajar Sambil Bermain

10 Museum di Bandung untuk Anak, Belajar Sambil Bermain

Jalan Jalan
Pengalaman Menginap di Vila di Ubud Bali, Lokasinya di Tengah Sawah

Pengalaman Menginap di Vila di Ubud Bali, Lokasinya di Tengah Sawah

Hotel Story
Pelita Air Terbang dari Balikpapan ke Yogyakarta PP, Tarif Rp 1 Jutaan

Pelita Air Terbang dari Balikpapan ke Yogyakarta PP, Tarif Rp 1 Jutaan

Travel Update
Pendakian Puncak Sarah Klopo di Mojokerto via Kedungudi, Ini Estimasi Waktunya

Pendakian Puncak Sarah Klopo di Mojokerto via Kedungudi, Ini Estimasi Waktunya

Jalan Jalan
Bandara Soekarno-Hatta Jadi yang Paling Sibuk di Indonesia Saat Libur Idul Adha

Bandara Soekarno-Hatta Jadi yang Paling Sibuk di Indonesia Saat Libur Idul Adha

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com