Kompas.com - 03/04/2020, 12:02 WIB
Grill pan, salah satu alat panggang untuk memasak barbeque Korea. shutterstock.comGrill pan, salah satu alat panggang untuk memasak barbeque Korea.


JAKARTA, KOMPAS.com – Pertama kali membuat steak di rumah? Tidak perlu khawatir, caranya cukup mudah dengan persiapan yang cukup sederhana.

Menurut Executive Sous Chef di JW Marriott Jakarta, Heri Purnama, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika mencoba untuk memasak steak ala restoran di rumah.

Setelah kamu mendapatkan daging dengan potongan yang kamu inginkan, saatnya mengolah steak.

Pertama, kamu harus memberikan bumbu pada daging. Cukup gunakan butter, garam, dan merica saja yang dibalurkan merata pada daging. Butter juga bisa diganti dengan minyak zaitun.

Baca juga: Cara Membuat Telur Rebus, Telur Goreng, dan Telur Orak-arik yang Lezat

Melumuri daging dengan butter atau minyak cukup penting agar kematangan daging merata. Selain itu, tips penting lain ketika masak steak di rumah adalah pilih daging dengan ukuran yang tidak terlalu tebal.

Selanjutnya, siapkan alat masak. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memasak steak. Kamu bisa menggunakan penggorengan di atas kompor, pemanggang atau grill, dan oven.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Gunakan non-sticky pan atau wajab anti lengket, spatula atau penjepit berbahan stainless, pepper mill (penggiling merica)," jelas Heri pada Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Panci dan Penggorengan teflon, alat masak berbahayaShutterstock Panci dan Penggorengan teflon, alat masak berbahaya

Alat lain yang ia rekomendasikan adalah pemukul daging yang berguna untuk melunakkan tekstur daging. Kemudian tentu pisau dan talenan.

“Untuk acara barbekyu biasanya diperlukan kompor barbeque, tusuk sate besi, dan arang untuk kompor yang tidak pakai gas,” lanjutnya.

Untuk memasak steak di atas penggorengan, banyak yang juga menggunakan oven.

Oven digunakan untuk memastikan kematangan steak merata hingga ke bagian dalam tanpa membuat permukaannya gosong.

Masak steak menggunakan kompor atau oven?

“Kalau menggunakan kompor, direkomendasikan jenis daging seperti rib eye, tenderloin, atau strip dengan ukuran yang tidak terlalu besar," jelas Heri. 

Beda lagi, jika menggunakan oven, ia lebih menyarankan untuk menggunakan daging seperti T-bone.

Baca juga: Bikin Bajigur di Rumah Tidak Sulit, Ini Caranya...

Saar memasak daging steak di kompor, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.

Sebelum memasak steak, pastikan wajan anti lengket sudah panas. Setelah panas, kamu bisa meletakkan steak yang sebelumnya sudah direndam dengan minyak dan bumbu lainnya.

Steak dilumuri saus jamur. SHUTTERSTOCK/SVARIOPHOTO Steak dilumuri saus jamur.

“Selain itu, warna daging juga penting sekali untuk diperhatikan karena no colour, no flavour (tak ada warna, tak ada rasa).”

Soal bumbu, Chef Heri mengatakan banyak sekali bumbu yang bisa kamu kreasikan. Mulai dari yang sederhana hingga cukup rumit.

Bumbu steak pada umumnya yang dapat dikreasikan adalah garam, merica, mustard, bawang putih, dan cajun spice.

Bahkan bumbu tradisional juga bisa digunakan seperti base genep (bumbu khas Bali), bumbu balado, dan bumbu kuning yang bisa membuat daging lebih empuk.

Rendam daging dalam bumbu beberapa waktu untuk memastikan bumbu tersebut sudah menyerap.

Baca juga: Pengalaman Bikin Dalgona Coffee, Bukan Aduk 400 Kali Tapi Ini Caranya...

Waktu yang dibutuhkan untuk memasak steak

Seringkali kita dibuat bingung ketika sedang memasak steak. Apakah steak yang kita masak sudah cukup matang atau belum.

Sedikit tips dari Heri, untuk daging dengan ketebalan tiga sentimeter dan dimasak menggunakan kompor, dibutuhkan waktu kurang lebih empat menit di setiap sisi daging untuk tingkat kematangan well done.

“Lalu 3 menit setiap sisi daging untuk kematangan medium, sedangkan untuk tingkat kematangan rare sekitar 1 sampai 2 menit setiap sisinya, yang penting pastikan wajan panas,” jelas Heri.

Jika masih belum yakin, kamu juga bisa mengeceknya dari tekstur daging. Tanpa menggunakan termometer, kamu bisa menekan daging dengan jari-jari tangan.

Steak disiram dengan saus lada. SHUTTERSTOCK/ROBYN MACKENZIE Steak disiram dengan saus lada.

“Buka telapak tangan dan tempelkan ibu jari dengan jari kelingking. Tekan bagian bawah ibu jari dengan tangan lainnya untuk melihat kematangan well done.

“Untuk kematangan medium, tempelkan jari tengah dan ibu jari untuk kematangan medium rare dan periksa bagian bawah ibu jari dengan tangan lainnya," katanya.

Begitu juga tempelkan jari telunjuk dan ibu jari untuk kematangan rare dan periksa bagian bawah ibu jari,” sambung dia.

Baca juga: Catat, Ini 5 Tingkat Kematangan Steak yang Mantap

Sesuaikan tingkat keras tidaknya daging yang sedang kamu masak dengan keras tidaknya bagian bawah ibu jari, sesuai dengan kematangan yang kamu inginkan.

Steak juga bisa dikombinasikan dengan beragam jenis saus untuk membuatnya lebih kaya rasa.

Heri menyebutkan beberapa saus sederhana yang bisa kamu coba adalah saus truffle dan jamur, saus barbeque, saus lada hitam, dan saus mustard cream.

Sedikit tips terakhir dari Heri, untuk saat-saat pandemi global seperti ini, World Health Organization (WHO) sangat menyarankan untuk mengonsumsi daging apa pun dalam keadaan matang.

“Bagi para penggemar steak yang ingin mencoba memasak steak sendiri di rumah, sebaiknya daging dimasak hingga mencapai tingkat kematangan well done,” tutup dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.