Sudah Terapkan Protokol Kesehatan, Pelaku Wisata Tetap Butuh Dukungan Pemerintah

Kompas.com - 06/09/2020, 13:01 WIB
Pengunjung mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka empat objek wisata di wilayah Ibu Kota pada fase pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Sabtu ini. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka empat objek wisata di wilayah Ibu Kota pada fase pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Sabtu ini.

KOMPAS.com - Enam bulan masa pandemi, asosiasi dan pengusaha wisata mulai bangkit bergerak membuka usahanya kembali.

Dalam pembukaan tempat wisata di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, mereka mengaku telah siap menerapkan dan sudah menjalankan protokol kesehatan.

Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bambang Soetanto mengatakan, ada sekitar 900-1000 taman dan atraksi wisata di bawah asosiasi yang siap dan sudah menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: Wisata ke Taman Safari Bogor hingga Bali Safari Marine Park, Ini Panduan Lengkapnya

"Pariwisata domestik memang kelihatan mulai bangkit dan perlu kami kawal dan cermati bersama penerapan protokol K4-nya dan juga keberlangsungan usahanya," kata dia.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam seminar online Voxpp Shout! bertajuk Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care dan Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata, Jumat (4/9/2020).

Namun, imbuh Bambang, butuh pula dukungan dari pemerintah untuk asosiasi dan para pengusaha wisata agar dapat melewati masa pandemi.

Ia mengaku semua taman dan atraksi wisata yang berada di bawah asosiasinya sudah siap mendukung dan menyinergikan prinsip protokol K4 Indonesia Care.

Sekelompok sapi tanduk panjang berjalan di samping mobil wisatawan, Taman Safari Bogor, (31/3/2011). SHUTTERSTOCK/PHOTOGRAPHER253 Sekelompok sapi tanduk panjang berjalan di samping mobil wisatawan, Taman Safari Bogor, (31/3/2011).

Pada kesempatan yang sama, hadir pula sebagai pembicara yaitu Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau.

Ia mengatakan, Taman Safari yakin dengan mengadopsi dan menerapkan protokol K4 sesuai nilai-nilai dan arahan dalam Indonesia Care. Pihaknya lebih percaya diri untuk menghadirkan atraksi wisata yang sehat, bersih, dan aman, sekaligus berwawasan lingkungan hidup.

"Selain itu dalam waktu yang bersamaan, kepercayaan masyarakat untuk berkunjung juga tumbuh terhadap tempat yang kami kelola," ujar dia.

Baca juga: Agar Pariwisata Aman, Kemenparekraf Siapkan Pedoman CHSE

Salah satu contoh penerapan protokol di Taman Safari, imbuh Tony, adalah adanya batasan kapasitas pengunjung di setiap atraksi wisata.

Pembatasan itu dilakukan untuk memastikan bahwa usaha wisatanya telah menjalankan physical distancing atau jaga jarak fisik.

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) telah mengeluarkan kampanye Cleanliness, Health, Safety and Environment atau lebih dikenal CHSE.

Wisatawan yang ingin menaiki kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (5/7/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Wisatawan yang ingin menaiki kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (5/7/2020).

Program itu juga dikenal dengan program protokol K4 yang mencakup kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI Frans Teguh menjelaskan, adanya pergerakan orang untuk kembali berwisata membuat asosiasi dan pengusaha daya tarik wisata harus memastikan kembali protokol kesehatan.

Baca juga: Pariwisata Lombok Buka Kembali, Ada Sertifikasi CHSE

"Seiring mulai melonggarnya pembatasan sosial, kami melihat fenomena baik di mana destinasi wisata dan taman-taman rekreasi sudah mulai kembali dibuka dan menerima pengunjung," kata dia.

Frans melanjutkan, khususnya di akhir pekan sudah mulai ada pergerakan orang untuk berwisata. Oleh karena itu penting untuk mencermati dan memastikan penerapan protokol kesehatan, kebersihan, dan keselamatan secara baik di tempat-tempat wisata.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X