Kompas.com - 05/02/2021, 20:08 WIB

Untuk memastikan penerapan gerakan Jateng di Rumah Saja, Ardhiansyah mengaku pihaknya akan berusaha melakukan monitoring yang ketat. Di antaranya adalah menurunkan petugas langsung ke lokasi.

“Kalau destinasi wisata pasti tutup sih. Kemungkinan yang berpotensi itu rumah makan. Sedangkan warung itu kan bukan kewenangan kami, mungkin masuk di UMKM. Tempat makan minum, restoran, rumah makan itu yang mungkin kita sisir,” tutur Ardhiansyah.

Selain itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang juga akan berkoordinasi dengan instansi lainnya, seperti Satpol PP, TNI, dan Polri yang membentuk satuan gabungan.

Satuan gabungan tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Bupati Semarang Nomor 440/000355 yang mengatur tentang gerakan Jateng di Rumah Saja tersebut.

“Kita bisa gabung, bisa juga melakukan sendiri. Pokoknya fleksibel. Kalau gabungan mungkin nanti terlalu besar, nanti kita akan melakukan itu sendiri juga,” imbuh Ardhiansyah.

Baca juga: Akibat PPKM, Kunjungan Wisatawan ke Dusun Semilir Menurun

Jika nantinya ditemukan pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha, Dinas Pariwisata akan berusaha untuk memberi tindakan persuasif dahulu. Meminta mereka untuk menutup tempat usahanya.

Pasalnya, sejauh ini tak ada poin mengenai sanksi yang ditetapkan untuk para pelanggar gerakan Jateng di Rumah Saja yang tertera dalam SE Bupati Semarang atau pun SE Gubernur Jateng.

Jika memang masih ada ditemukan pelanggaran, Dinas Pariwisata akan melaporkan hal itu pada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang yang lebih berwenang menangani hal semacam itu.

“Kalau saya baca di tweet pak Ganjar sih ini memang bukan ketentuan ya. Ini memang kayak gerakan bersama, mungkin enggak ada sanksi. Di SE ini pun memang enggak ada eksplisit sanksinya apa,” ujar Ardhiansyah.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Candi Borobudur Tutup 6-7 Februari

Pihaknya pun akan meminta rumah makan yang masih buka untuk tetap tutup. Jika tetap nekat buka, maka akan dilaporkan ke Satgas dan satuan gabungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.