Kompas.com - 23/04/2021, 21:01 WIB
Ilustasi rendang. Dok. Shutterstock/Yunan YusmantoIlustasi rendang.

KOMPAS.com - Rendang buatan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, akan dipromosikan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dalam sebuah expo tahun ini.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengembangkan kuliner yang dijuluki makanan terenak di dunia versi situs berita CNN itu.

Baca juga: Gordon Ramsay Belajar Masak Rendang di Sumatera Barat

Selain itu, Kemenparekraf akan mengikutsertakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di kota tersebut dalam program pendampingan dan peningkatan kapasitas. 

Adapun program tersebut termasuk digital marketing yang terintegrasi, perluasan ke lokapasar, konsultasi pengelolaan bisnis serta keuangan, dan bedah desain kemasan.

Rendang buatan IKM Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, dinilai memiliki nilai produksi dan daya saing yang tinggi serta siap jual.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rendang buatan IKM Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, dinilai memiliki nilai produksi dan daya saing yang tinggi serta siap jual.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, rendang milik IKM tersebut memiliki nilai produksi dan daya saing yang tinggi serta siap jual. Ia juga menyarankan produk tersebut dijadikan buah tangan atau bingkisan Lebaran karena kemasannya yang baik.

Bingkisan tersebut diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi penduduk Indonesia yang tidak bisa pulang ke kampung masing-masing akibat kebijakan larangan mudik dari 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Mirip tetapi Berbeda, Rendang Indonesia dengan Malaysia

“Pemerintah dalam beberapa hari ke depan akan memfinalisasi kebijakan subsidi ongkos kirim bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Dalam beberapa hari ke depan akan kita umumkan hasilnya,” kata Sandiaga dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (23/4/2021).

Rendang dalam Indonesia Spice Up the World

Tidak hanya itu, rendang dari Kota Payakumbuh juga dijadikan produk andalan dalam Indonesia Spice Up The World, sebuah program lintas lembaga untuk lebih mempopulerkan kuliner Indonesia kepada dunia.

Sandiaga menjelaskan, pihaknya akan bergerak cepat setelah rapat koordinasi minggu lalu. “Kita dorong bersama The City of Rendang agar dapat langsung mengambil tempat di Indonesia Spice Up the World,” tuturnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kiri) ketika melakukan kunjungan kerja ke IKM di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pada Kamis (22/4/2021). Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kiri) ketika melakukan kunjungan kerja ke IKM di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pada Kamis (22/4/2021).

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mendukung upaya pemerintah tersebut. Ia juga membuka kesempatan bagi pihak-pihak lain yang ingin berkolaborasi dengan IKM di kota itu.

Baca juga: Sejarah Rendang dan Hubungannya dengan Bangsa Portugis

“Kalau ada (pihak) swasta yang ingin investasi atau bekerja sama, kami sangat terbuka. Kami memiliki format-format kerja sama dengan ketentuan yang berlaku,” kata Riza.

Sub-sektor kuliner berkontribusi paling banyak di antara sub-sektor ekonomi kreatif lainnya dalam Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menurut catatan Kemenparekraf, kontribusinya sebesar 27,5 miliar dollar AS dengan serapan tenaga kerja sebanyak 2,2 juta orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X