Kompas.com - 19/10/2021, 09:09 WIB

 

KOMPAS.com – Salah satu syarat bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk bisa berkunjung ke Bali, serta Batam dan Bintan di Kepulauan Riau (Kepri) adalah, mereka tiba dari salah satu dari 19 negara yang diizinkan.

Adapun, 19 negara tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, dan Jepang.

Kemudian Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Namun, ada sebagian masyarakat Indonesia yang bingung dengan aturan tersebut. Ada yang mempertanyakan apakah syarat yang dimaksud merujuk pada penduduk dari 19 negara, atau wisman dari negara lain yang transit dulu ke salah satu dari 19 negara tersebut.

Baca juga:

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno angkat bicara untuk menegaskan syarat tersebut kepada Kompas.com, Senin (18/10/2021).

“Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia, hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepri. 19 negara ini adalah wisman yang berasal dari daftar,” jelasnya secara tertulis.

Bendera Prancis dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris.SHUTTERSTOCK/ CREATIVE LAB Bendera Prancis dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris.

Tentunya, lanjut dia, pemilihan 19 negara tersebut berdasarkan standar dari Organisasi Kesehatan Dunia yang mencakup angka tingkat positif kasus Covid-19 yang rendah.

Deputi Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya menjelaskan bahwa angka tingkat positif kasus Covid-19 dari sebuah negara harus berada di bawah 5 persen.

“Lalu returning home policy yang fleksibel, dan tidak ada pelarangan bagi penduduknya untuk bepergian ke luar negeri (dalam hal ini Bali dan Kepri),” ujarnya dalam Weekly Press Briefing, Senin.

Baca juga:

Perjalanan internasional dari luar 19 negara tetap berlangsung

Meski hanya pemegang paspor dari 19 negara yang ditentukan yang dapat berwisata ke Bali dan Kepri, Sandiaga mengatakan bahwa perjalanan internasional dari luar negara-negara tersebut tetap bisa dilakukan.

“Semua negara dapat tetap masuk Indonesia melalui pintu masuk perjalanan internasional Jakarta atau Manado selama mengikuti ketentuan karantina dan tes yang sudah ditetapkan,” ucap dia.

Selanjutnya, para wisman yang tiba di Bali dan Kepri, serta pelaku perjalanan internasional yang tiba Jakarta atau Manado, tetap harus melakukan karantina selama lima hari, baik itu bagi yang tiba via jalur udara, darat, maupun laut.

“Selama proses karantina selama lima hari di Bali atau Kepri, wisman yang masuk tidak diperbolehkan keluar dari kamar, vila, atau kapal terkait live on board,” pungkas Sandiaga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.