Kompas.com - 24/12/2021, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, melansir Kompas.com pada Kamis (23/12/2021), tersiar kabar wisatawan nasional yang minta dikarantina di Wisma Atlet setibanya dari luar negeri. 

Apabila merujuk ke Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 25 Tahun 2021, terdapat beberapa golongan yang boleh dikarantina di Wisma Atlet. 

Termasuk di dalamnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar, atau Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Pelaku perjalanan internasionla yang di luar dari ketentuan ini, termasuk mereka dengan tujuan wisata, wajib karantina di hotel berbayar.

Baca juga: 

Terkait hal tersebut, pengamat pariwisata sekaligus Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari mengatakan bahwa wisatawan nasional harus siap mengikuti aturan yang ada. 

“Pertama, seharusnya ada sistem, bagaimana orang yang mau berlibur ke luar negeri. Nah, dari awal dikasih tahu, kalau Anda mampu berlibur, ya anda pulang juga bayar sendiri. Kalau tidak mau, tidak usah berangkat,” kata Azril Azahari, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/12/2021).

Ia menambahkan tentang perlunya pembuktian tertulis sebelum calon wisatawan nasional berangkat ke luar negeri. 

Misalnya, dengan surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak, bukti diketahui dan disetujui oleh wisatawan serta pemerintah.

Ilustrasi wisatawan di bandar udara.UNSPLASH/Ashim D’Silva Ilustrasi wisatawan di bandar udara.

Selain itu, ia juga membagikan pandangannya mengenai wisatawan yang ingin ke luar negeri selama pandemi Covid-19. 

Ia menyarankan mereka untuk menunda perjalanan terlebih dahulu jika tidak siap mengikuti peraturan yang berlaku.

“Boleh ke luar negeri, tapi jangan sekarang dulu kalo hanya demi wisata, tidak urgent, kan? Nanti kalau Covid-19 sudah mulai turun ya. Supaya tidak membuat transfer impor, apalagi banyak kasus Omicron ini rata-rata Orang Tanpa Gejala (OTG)," terangnya. 

“Akhirnya karena tanpa gejala, makanya ditunggu sampai 10-14 hari baru kelihatan. Itu seharusnya yang balik dari luar negeri dipantau terus selama dua bulan. Tapi siapa yang memantau?" tambahnya. 

Baca juga: Karantina dari Luar Negeri Jadi 10 Hari, Ini 4 Ketentuannya

Ia menyarankan pelaku perjalanan internasional untuk mendapat pemahaman. Jika sudah siap karantina di negara lain, mereka juga harus siap biaya untuk karantina di Indonesia. 

“Salah satu caranya memang harus dengan pemberitahuan atau sosialisasi menyeluruh juga. Ini seringkali tidak ada sosialisasi detail soal karantina dari pihak berwenang,” katanya. 

Azril juga menganjurkan agar sosok yang melakukan sosialisasi adalah orang yang sama. 

“Orang yang melakukan sosialisasi atau pemberitahuan ini harus satu orang yang tetap dan sama. Supaya warga juga percaya dan tidak bingung,” tambahnya. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Travel Promo
Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Travel Update
Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Travel Update
Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Travel Tips
Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Travel Update
7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

Travel Tips
Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Jalan Jalan
Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Travel Update
13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

Jalan Jalan
Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Travel Update
8 Cara Mengetahui Ulasan Hotel dan Tempat Wisata Palsu 

8 Cara Mengetahui Ulasan Hotel dan Tempat Wisata Palsu 

Travel Tips
Apa yang Dimaksud dengan Upacara Potong Gigi dalam Agama Hindu?

Apa yang Dimaksud dengan Upacara Potong Gigi dalam Agama Hindu?

Jalan Jalan
Geopark Merangin di Jambi Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Geopark Merangin di Jambi Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Travel Update
Pramugari Tertua dan Terlama di Dunia, Terbang hingga Usia 86 Tahun

Pramugari Tertua dan Terlama di Dunia, Terbang hingga Usia 86 Tahun

Travel Update
Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.