Alwi melanjutkan, pengembangan tersebut merupakan keharusan untuk meningkatkan fasilitas.
"Sebelumnya kapasitas parkir hanya 200, nanti mencapai 5.000. Pembangunan lapangan mini soccer juga bertujuan menarik minat komunitas penggemar sepak bola di Kota dan Kabupaten Semarang, serta Salatiga," terangnya.
Baca juga: 9 Desa Wisata di Semarang, Ada Lokasi Rawa Pening
Sementara itu, General Manager Kampoeng Kopi Banaran, Frina Bonita mengatakan, pembenahan dan pengembangan ini bertujuan memberi pelayanan maksimal kepada pengunjung.
"Konsepnya olahraga, religi, dan wisata alam menjadi satu. Apalagi Kabupaten Semarang ini merupakan wilayah yang strategis, termasuk dengan nantinya operasional Tol Yogya-Bawen," ujar Frina.
Baca juga: Wisata Kampoeng Kopi Banaran Dikelola Dyandra Promosindo, Sasar Wisatawan Milenial
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengapresiasi pengembangan tersebut, termasuk dalam membangun sebuah masjid yang terintegrasi di dalam kawasan wisata.
"Fasilitas ibadah sudah menjadi kebutuhan, namun masih banyak pengelola destinasi wisata di Kabupaten Semarang yang belum menyiapkan fasilitas ibadah ini secara representatif di kawasan yang dikelolanya," jelasnya.
Sebagai informasi, Kampoeng Kopi Banaran menawarkan beragam fasilitas dan daya tarik, antara lain area berkemah dan tempat ngopi dengan pemandangan tujuh pegunungan serta Rawa Pening.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.