Songket Halaban, Menawar Godaan Ekonomi

Kompas.com - 21/01/2014, 15:18 WIB
Juswati dan Yenneni belajar mewarnai benang tenun, Kamis (9/1/2014). Keduanya adalah penenun songket di Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. KOMPAS/NINUK MARDIANA PAMBUDYJuswati dan Yenneni belajar mewarnai benang tenun, Kamis (9/1/2014). Keduanya adalah penenun songket di Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
EditorI Made Asdhiana
TANGAN kiri Iyet Novianti (39) sibuk memilih benang-benang halus di jalur lusi, sementara tangan kanannya memegang teropong berisi benang pakan. Setelah merapikan benang lusi di alat tenun bukan mesinnya, Iyet melempar teropong melalui sela-sela benang lusi. Lalu, sisir ditarik dua kali untuk merapatkan benang pakan.

Sambill menenun, penenun songket di Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, itu berdiskusi dengan Epi Irawati, penenun dan pengumpul songket di Halaban. Mereka tengah menunjukkan corak songket kepada pelatih yang didatangkan Cita Tenun Indonesia bekerja sama dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Rabu (8/1/2014), di kediaman Iyet.

Wignyo Rahadi, pemilik Tenun Gaya, dan Zaini Rais dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, menjelaskan struktur penenunan dan corak yang dimaksud. ”Jangan bilang lambek (lambat), ibu-ibu. Menenun tidak bisa buru-buru, harus tekun dan sabar,” kata Wignyo.

Pilihan pada Halaban menurut koordinator program pelatihan tenun CTI-PKBL Garuda, Sjamsidar Isa, karena penenun Halaban berhimpun dalam Ikatan Penenun Halaban sehingga lebih mudah mengoordinasi. Peserta pelatihan akan menjadi pelatih buat penenun lainnya. ”Tenun Halaban sedang tumbuh, kualitasnya perlu diperbaiki. Selain struktur dan corak, penenun juga diajari mewarnai benang,” papar dia.

Dalam pelatihan, terlihat upaya meningkatkan kapasitas perajin tradisional tidak semata-mata urusan meningkatkan kemampuan teknis. Meski keterampilan pengerjaan amat penting, yang tidak kalah penting adalah mengubah sudut pandang dan sikap hidup. ”Kami datang empat kali, tiap kali tiga hari, dan hanya melatih 25 orang paling banyak,” jelas Sjamsidar.

Nagari Halaban, sekitar 220 kilometer dari Padang, berada di lereng Gunung Sago, tak jauh dari perbatasan dengan Riau. Kampung ini mulai menenun lagi tahun 1990, meski tradisi menenun ada jauh sebelumnya di sana.

Maizar (49), penenun dan pengumpul songket, meyakini, nenek buyut ibunya menenun. Saat itu, perempuan wajib menenun selimut sebelum menikah. Bahannya dari serat pisang atau rami.

Pengurus Dekranasda Sumatera Barat, Amril MY Datuk Garang, yang mendampingi pelatihan, mengatakan, dari sisa alat tenun yang ada, tampaknya Halaban berhenti memproduksi tenun sekitar awal tahun 1900-an. ”Mungkin sumber panghasilan lain lebih menarik. Kemungkinan bertani nanas,” kata dia.

Adat dan ekonomi

Bagi masyarakat Minang, kain songket adalah ungkapan kehidupan. Karena itu, songket awalnya merupakan pakaian adat yang wajib dimiliki tiap orang. ”Corak di songket dan ukiran rumah Minang menggambarkan manusia sebagai ciptaan Tuhan,” kata seniman Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto yang biasa dipanggil Mak Katik (65).

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Whats Hot
Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

Whats Hot
Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Makan Makan
Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Makan Makan
Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Whats Hot
Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X