7 Pola Budaya yang Bisa Ditemukan di Kehidupan Suku Baduy

Kompas.com - 17/12/2018, 16:05 WIB
Terik siang memayungi perkampungan Baduy Luar.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Terik siang memayungi perkampungan Baduy Luar.

KOMPAS.com - Eksotisme suku Baduy sudah dikenal sejak bertahun-tahun lalu. Suku Baduy yang bermukim di Perbukitan Kendeng, Kecamatan Lebak, Provinsi Banten terdiri dari suku Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Orang-orang Baduy masih begitu kuat menggenggam tradisi turun-temurun dari leluhur mereka. Suku Baduy Dalam malah sama sekali tidak mengizinkan penggunaan benda-benda dari luar kampung mereka.

Sementara itu, suku Baduy Luar cenderung lebih toleran terhadap pengaruh asing. Wisatawan diizinkan memakai benda-benda yang wisatawan bawa ketika bertandang ke perkampungan Baduy Luar.

Baca juga: Sampah Plastik Masih Terlihat di Jalur Pendakian Menuju Baduy Dalam

Meski begitu, tidak hanya suku Baduy Dalam, suku Baduy Luar juga memilih tetap menjaga hubungan serasi dengan alam yang telah menjadi warisan sejak zaman nenek moyang.

Berikut KompasTravel merangkum ragam keragaman budaya yang bisa ditemukan di Baduy.

1. MCK alami

Suku Baduy Luar tidak mempunyai kakus di dalam rumahnya. Bilik untuk mandi yang terdapat di beberapa titik di tepi sungai pun tidak menyediakan lubang khusus buang air. 

Seorang gadis tengah mencuci pakaian di Sungai Ciujung.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Seorang gadis tengah mencuci pakaian di Sungai Ciujung.

Akan tetapi, beberapa rumah yang khusus diperuntukkan bagi tamu atau wisatawan dari luar kampung terkadang dilengkapi fasilitas kakus, meskipun sekadarnya. 

2. Tak ada apotek? Bukan masalah berarti!

Pegunungan Kendeng yang menjadi tempat bermukim suku Baduy Luar rupanya betul-betul sumber kehidupan. Selain menyediakan air berlimpah, tanaman obat yang tumbuh liar pun tak kalah banyak.

Ada daun kaca piring buat meredakan demam, daun berenuk untuk sakit kepala, pangkal sirih sebagai obat mata, hingga pangkal tangkai daun salak yang mujarab menyumbat diare.

"Semua jenis tanaman obat harus diminum dengan air mentah," terang Jakam, warga Baduy Luar yang menetap di Kampung Cicakal, kepada KompasTravel.

3. Memasak dengan kayu bakar

Halaman:



Close Ads X