Kompas.com - 01/04/2020, 22:27 WIB
Grand Palace Temple, salah satu kuil megah di Thailand. ShutterstockGrand Palace Temple, salah satu kuil megah di Thailand.


JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona ( Covid-19 ) membuat wisatawan menunda sementara untuk traveling.

Jika kamu sedang di rumah saja tapi ingin jalan-jalan, kamu bisa mencoba virtual traveling salah satunya ke kompleks Istana Raja Thailand alias Grand Palace.

Baca juga: 7 Etika saat Berkunjung ke Thailand, Jangan Hina Keluarga Kerajaan

Untuk mengakses virtual traveling ke Grand Palace, kamu bisa berselancar ke laman P4Panorama.com.

Setelah itu, kamu bisa klik untuk jalan-jalan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) yang telah tersedia pada laman tersebut.

Baca juga: Intip Hotel Mewah Tempat Raja Thailand Isolasi Diri dengan 20 Selir

Grand Palace di Bangkok, Thailand.BANGKOK.TRAVEL Grand Palace di Bangkok, Thailand.

Grand Palace

Melansir laman resmi Grand Palace Thailand, kamu bisa menjelajahi kompleks Istana Agung yang didirikan tahun 1782 ini.

Tak hanya ruang kerajaan dan takhta, kompleks ini juga berisi sejumlah kantor pemerintah serta Kuil Buddha Zamrud yang terkenal yaitu Wat Phra Kaew.

Adapun Grand Palace memiliki cakupan luas 218.000 meter persegi dan dikelilingi empat dinding dengan panjang sekitar 1.900 meter.

Sebelumnya, istana ini berada di Thonburi tepatnya tepi barat Sungai Chao Phraya. Namun, karena berbagai alasan, Raja Rama I memutuskan untuk mendirikan ibu kota baru di seberang sungai.

Baca juga: 7 Ikon Dunia yang Tawarkan Virtual Traveling untuk Liburan di Rumah

Melalui perintahnya, sebuah istana kerajaan lalu dibangun untuk melayani tidak sebagai tempat tinggalnya tetapi juga sebagai situs kantor administrasi.

Sejak saat itu, kompleks tersebut dikenal dengan Grand Palace. Dua bangunan paling awal yang didirikan dalam kompleks yaitu Aula Tahta Dusit Haha Prasat, dan Phra Maha Monthian.

 

Wat Phra Kaew di Royal Grand Palacefoursummers Wat Phra Kaew di Royal Grand Palace

Kuil Buddha Zamrud atau Wat Phra Kaew

Tak lupa, kamu bisa juga mengunjungi Kuil Buddha Zamrud atau yang dikenal dengan nama Wat Phra Kaew.

Tradisi pembangunan kuil Buddha di kawasan istana kerajaan telah ada di Thailand sejak periode Sukhothai, sekitar 800 tahun lalu.

Aspek unik dari kuil ini adalah ia tidak memiliki tempat tinggal bagi para biksu Buddha.

Wat Phra Kaew juga memiliki patung Buddha yang terbuat dari baru giok. Patung tersebut memakai kostum emas asli dengan berat puluhan kilogram.

Kostum patung Buddha itu akan diganti setiap pergantian musim. Ketika pergantian kostum, akan dilakukan upacara yang dipimpin oleh Raja Thailand.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Královský palác v Thajsku, respektive jedna z jeho sou?ástí - chrám Phra Siratana Chedi ???? Musím p?iznat, že dlouho mi žádné místo nevyrazilo dech tak, jako práv? tento thajský královský komplex.. je doslova obrovský! Má více než 35 budov, jednu hez?í než druhou a všechny, opravdu všechny jsou alespo? z ?ásti zlaté! ???? Prost? neskute?ná nádhera ???? Máte rádi asijskou architekturu? Kde se vám v Asii líbilo nejvíc a pro?? ? * * * Royal Palace in Thailand, especially one of its parts - Phra Siratana Chedi Temple ???? I have to say that for a long time no place has taken my breath away just like this. It's literally huge! It has more than 35 buildings, one nicer than the other ???? Do you like Asian architecture? Where is your favorite place in Asia and why? ? * * * #thailand #thailand???????? #grandpalace #grandpalaceofthailand #thai_ig #thaihistory #blondontheroad #traveler #travelblogger #bloggerlife #newtravelblog #newtravelblogger #thetravellerwomen #girlswhotravel #girlslovetravel #ig_thailand #phrasiratanachedi #dnesletim #dnes_letim #dnescestujem #thajsko #kralovskypalac #fotkyplnekysliku #vyrazven #czech_vibes #igerscz #cestolidi #cestujemczsk #cesinacestach #cestovani

A post shared by VERONIKA | Blond on the road ???? (@blondontheroad) on Jun 18, 2019 at 12:54pm PDT

Phra Siratana Chedi

Selain melihat Wat Phra Kaew, kamu juga bisa melihat arsitektur dari Phra Siratana Chedi. Kamu bisa melihat stupa emas yang disebut Phra Siratana Chedi dalam bahasa Thailand.

Bangunan ini didirikan oleh Raja Rama IV pada tahun 1855 untuk mengabadikan Relik Sang Buddha. Stupanya memiliki dasar lingkaran dan bentuk lonceng bergaya Ceylon.

Phra Mondop

Setelah puas melihat Phra Siratana Chedi, kamu bisa lanjut berpetualang virtual dengan melihat Phra Mondop.

Bangunan ini adalah perpustakaan Buddha, yang disebut Phra Mondop dalam bahasa Thailand.

Phra Mondop dibangun pada masa pemerintahan Raja Rama I pada tahun 1789 karena berisi sebuah lemari buku yang menampung tulisan suci Buddha.

Namun, kamu hanya bisa berkeliling di pinggir bangunan saja, dan tidak bisa masuk ke dalam untuk melihat interior dalam bangunan.

Phra Maha Montian Group

Selanjutnya, kamu bisa juga mengunjungi Phra Maha Montian Group yang mana merupakan sebuah kawasan kediaman agung saling terhubung satu sama lainnya.

Terdapat tujuh bangunan penghubung di Phra Maha Montian di antaranya Phra Thinang Amarindra Winitchai Mahai Suraya Phiman, dan Hor Phra Suralai Phiman.

Kemudian Hor Phra Dhart Monthian, Phra Thinang Thepsatan Phiras, Phra Thinang Theppa-as Philai, Phra Thinang Paisal Taksin, dan Phra Thinang Chakrapat Phiman.

Lagi-lagi kamu hanya bisa mengelilingi sisi luar dari Phra Thinang di Phra Maha Montian melalui virtual traveling.

Sebelum ditutup pada 22 Maret 2020 hingga 30 April 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona, Grand Palace biasa buka pukul 08.30 hingga 15.30 waktu Thailand.

Kamu akan dikenakan biaya sebesar 500 baht atau sekitar Rp 220.000 untuk masuk ke Grand Palace.

Baca juga: Antisipasi Wabah Corona, Thailand Tutup Pintu Turis Asing Non-residen

Sebelumnya, Pemerintah Thailand secara efektif menutup pintunya bagi orang asing non-residen yang ingin masuk selama keadaan darurat sejak Kamis (26/3/2020).

Kebijakan tersebut dikeluarkan guna mencegah penyebaran virus corona di Thailand.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.