Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Makanan Paling Mahal di Dunia, Ada Kopi Indonesia Capai Rp 11 Juta Per Kilogram

Kompas.com - 11/04/2020, 16:08 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

Sumber bbc.co.uk

Tiram dianggap jadi makanan ringan yang sangat mudah ditemukan, mereka bahkan sering digunakan untuk mencampur daging dalam pie daging.

Namun overfishing dan polusi menyebabkan efek yang sangat buruk bagi jumlah tiram. Itu berdampak pada nilai mereka yang akhirnya jadi begitu tinggi sekarang.

Kamu bisa mendapatkan satu lusin tiram di restoran makanan laut di London seharga 51 pounds atau setara dengan Rp 1 juta (kurs April 2020).

White Truffle

White truffle biasa ditemukan di daerah Piedmonst di Italia Utara. White truffle hanya bisa tumbuh di antara akar-akar pohon tertentu.

White truffle lebih jarang ditemukan daripada truffle jenis lainnya. Selain itu, mereka juga punya rasa dan aroma yang sangat intens.

White truffle juga tidak bisa dibudidayakan, walaupun banyak orang yang sudah mencoba untuk membudidayakan truffle selama bergenerasi. White truffle hanya bisa dipanen dari alam liar.

Kondisi inilah yang bersamaan dengan bagaimana orang banyak yang bersedia untuk menempuh jarak sejauh apa pun untuk menemukan dan memanen mereka, yang membuat harga white truffle begitu mahal.

Salah satu harga white truffle yang memecahkan rekor adalah yang dibeli oleh pemilik kasino di Macau, Stanley Ho pada 2007 lalu. Ia menggelontorkan dana sekitar 330 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp 5 miliar (kurs April 2020).

Ia membeli satu truffle yang sangat besar, seberat 1,5 kilogram. Harga yang sangat fantastis untuk sebuah jamur.

Iberico Ham

Salah satu jenis daging ham yang diawetkan dan diproduksi di Spanyol dan Portugal adalah Iberico ham.

Iberico ham dibuat dari berbagai jenis babi yang makanannya hanya mencakup biji-bijian selama periode terakhir hidup mereka.

Klasifikasi untuk Iberico ham sangat ketat. Dengan daging ham yang memiliki label ‘black label’ dianggap jadi yang terbaik.

Diproduksi dari babi Iberian yang dikembangbiakkan secara murni, berkeliaran di hutan ek dan memakan biji-bijian.

Ilustrasi iberico ham dari Spanyol. SHUTTERSTOCK/LUNAMARINA Ilustrasi iberico ham dari Spanyol.

Selain itu, daging ham Iberico juga diawetkan selama kurang lebih 36 bulan.

Berdasarkan Guinness World Records, kaki ham yang paling mahal yang tersedia secara komersial adalah ‘Manchado de Jabugo’, dijual dengan harga 3.192 pounds atau setara Rp 62 juta per 20 Maret 2016.

Walaupun babi-babi tersebut dipelihara selama tiga tahun, kaki mereka akan diawetkan dan diproses lagi hingga enam tahun lamanya.

Wagyu Beef

Ilustrasi daging Wagyu A5. Dok. Shutterstock/Artit Wongpradu Ilustrasi daging Wagyu A5.

Arti dari wagyu sederhananya adalah ‘Daging Jepang’, dan bisa berasal dari empat jenis sapi Jepang. dagingnya penuh akan marbling (guratan lemak) yang kemudian akan meleleh dalam proses pemasakan.

Guratan lemak tersebut yang kemudian membuat daging ini terasa empuk, lembut, dan meleleh di dalam mulut.

Beberapa penggemar wagyu mengatakan bahwa daging wagyu akan meleleh seperti daging ikan yang lembut.

Harganya yang mahal dikarenakan karena proses pengembangbiakkan sapi yang sangat ketat. Sapi-sapi tersebut harus diurus dan diberi makan sesuai dengan aturan yang ketat.

Termasuk pemberian makanan yang khusus untuk menjamin adanya guratan lemak yang khas Wagyu.

Daging Kobe, jadi salah satu wagyu yang paling mahal. Harganya bisa mencapai 500 pounds per kilogram di Jepang atau sekitar Rp 9 juta.

Di dunia perdagingan, terdapat level yang menentukan seberapa berkualitas daging tersebut. Dilansir dari laman Crowcow, “A” untuk kualitas superior, “B” untuk biasa saja, dan “C” untuk di bawah standar.

Sementara pemberian angka 1 – 5 merepresentasikan kualitas dari beberapa karakteristik.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com