KILAS

Menparekraf Yakin Destinasi Wisata yang Menjalankan Protokol Kesehatan Akan Melesat

Kompas.com - 12/06/2020, 08:30 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio saat menyusun protokol pelaksanaan CHS melalui laptop, Jumat (29/5/2020). Dok. Humas Kemenparekraf Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio saat menyusun protokol pelaksanaan CHS melalui laptop, Jumat (29/5/2020).

Ia pun menjelaskan pembuatan protokol di industri pariwisata dilakukan tidak terburu-buru dan tergesa-gesa. Hal ini sesuai dengan arahan presiden yang meminta pembuatan protokol memperhatikan semua aspek. 

"Jadi nanti pada saatnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibuka bisa produktif dan tetap aman dari Covid-19. Itu hal yang mendasar dalam arahan presiden," kata Wishnutama.

Menurut dia, berbagai upaya ini dilakukan karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak signifikan pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, perlu didorong melakukan remodelling dalam langkah ke depan agar tetap bisa bertahan dan berkembang.

"Tidak hanya di masa pandemi tapi juga era setelah ditemukannya vaksin Covid-19," jelasnya. 

Wishnutama optimis pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif akan tetap berjalan dan menjadi salah satu penunjang perekonomian nasional.

Baca juga: SMF dan Kemenpar Salurkan Pembiayaan Homestay di Mandalika

Sebagai informasi, webinar tersebut turut dihadiri Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana, Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha dan Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad.

Menurut Anak Agung Suryawan Wiranatha, saat ini sudah saatnya untuk kembali ke tatanan hidup normal, namun ditambah dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang baik.

"Dan yang penting adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) termasuk pengawasan yang baik di lapangan dalam implementasinya," katanya.

Ia pun mengatakan, banyak industri, terutama di Bali menantikan pengesahan protokol di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif oleh Kemenkes

"Hal tersebut dikarenakan pariwisata menjadi penunjang utama dalam perekonomian," jelasnya.

Baca juga: Indonesia-Japan Fiesta 2019, Ajang Kemenpar Gaet Wisman Jepang

"Sehingga, setelah disahkan bisa segera dilakukan sosialisasi, simulasi, diterapkan hingga nanti dilakukan penilaian dan evaluasi, apakah benar teman-teman teman pengusaha di Bali bisa melaksanakan dengan benar," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X