Kompas.com - 28/08/2020, 13:13 WIB
Ilustrasi Sumatera Barat - Tempat wisata Tabiang Takuruang di Bukittinggi. SHUTTERSTOCKIlustrasi Sumatera Barat - Tempat wisata Tabiang Takuruang di Bukittinggi.

KOMPAS.com – Jika ingin berwisata sejarah sambil menikmati panorama alam luar biasa, Kota Bukittinggi yang ada di Provinsi Sumatera Barat bisa jadi tujuan.

Di sana, banyak tempat wisata yang saling berdekatan, sehingga membuat perjalanan wisata makin menyenangkan dan tak ada habisnya.

Berikut 10 destinasi wisata di Bukittinggi yang wajib dikunjungi:

1. Jam Gadang

Jam Gadang, bangunan ikonik di Bukittinggi. SHUTTERSTOCK/KIWIGRAPHY STUDIO Jam Gadang, bangunan ikonik di Bukittinggi.

Berkunjung ke Bukittinggi terasa tak lengkap jika belum mengunjungi ikonnya, yaitu Jam Gadang. Jam yang sering disebut kembaran Big Ben London ini dibangun pada 1926.

Baca juga: Wisata Bukittinggi Buka Kembali, Wisatawan Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Dengan tinggi 36 meter dan 4 tingkat, Jam Gadang merupakan hasil rancangan arsitek Minangkabau Yazid Rajo Mangkuto dan Sutan Gigi Ameh.

Mengunjungi Jam Gadang, jangan lewatkan untuk mengambil foto di ikon wisata Kota Bukit Tinggi.

2.Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan atau dikenal sebagai Kebun Binatang Bukittinggi merupakan taman margastwa tertua peninggalan Belanda di Indonesia. Lokasinya ada di Jalan Jendral Ahmad Yani.

Dibangun pada tahun 1900 dengan nama Stormpark, obyek wisata ity merupakan ide gagasan Gravenzanden yang bertugas di Fort de Kock.

Kebun Binatang Bukittinggi juga memiliki beberapa wahana tambahan, seperti Museum Rumah Adat Baanjuang, Museum Zoologi, dan akuarium.

3. Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock yang berlokasi di Bukit Jirek Negeri Bukittinggi ini didirikan pada 1825 oleh Kapten Bauer.

Direnovasi pada tahun 2002 oleh pemerintah daerah, kini Benteng Fort de Kock menjadi Taman Kota Bukittinggi dan Taman Burung Tropis.

Selain menjadi warisan sejarah, benteng ini sekarang juga menjadi tempat wisata sekaligus bermain.

 

Ilustrasi Sumatera Barat - Tempat wisata Fort de Kock di Bukittinggi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Sumatera Barat - Tempat wisata Fort de Kock di Bukittinggi.

Didalam Benteng Fort de Kock, terdapat banyak sekali benda bersejarah khas Minangkabau, seperti tanduk kerbau, pakaian adat, dan peralatan tradisional untuk menangkap ikan.

Setelah mengunjungi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, pengunjung bisa sekaligus mengunjungi Benteng Fort de Kock karena lokasinya yang berdekatan.

4. Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh merupakan salah satu ikon kebanggaan Kota Bukittinggi selain Jam Gadang. Jembatan yang berada di Benteng Pasar Atas ini dibangun pada 1995.

Jembatan Limpapeh di Bukitinggi, Sumatera Barat.SHUTTERSTOCK.com/MICHAELA WILD Jembatan Limpapeh di Bukitinggi, Sumatera Barat.

Dengan ukuran sepanjang 90 meter dan lebar 3.8 meter, Jembatan Limpapeh menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort de Kock.

Baca juga: Itinerary Wisata Padang-Bukittinggi 3 Hari 2 Malam, Indahnya Ranah Minang

Para wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Bukittinggi yang indah dikelilingi perukitan dan Gunung Merapi.

5. Museum Rumah Adat Baanjuang

Berlokasi di kawasan Taman Margastwa, Jalan Cindoro Mato, didirikan oleh Mondelar Countrolleur pada 1 Juli 1935. Bangunan Museum terbuat dari ijuk pada bagian atap, kayu pada bagian dinding dan lantai.

Bangunan dengan luas 2798 meter persegi, Museum Rumah Adat Baanjuang menyimpan berbagai macam koleksi.

Koleksi tersebut seperti, rumah miniatur tradisional, benda-benda adat Minangkabau, alat musik, senjata berburu, hingga binatang yang diawetkan.

6. Lubang Jepang

Salah satu Terowongan terpanjang di Indonesia dan Asia, Lubang Jepang merupakan tempat bersejarah yang menjadi terowongan perlindungan yang dibangun tentara Jepang.

Lubang Jepang di Bukittinggi, Sumatera BaratKOMPAS.COM/ GARRY ANDREW LOTULUNG Lubang Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat

Dibangun pada 1942, terowongan ini memiliki ukuran panjang 1.400 meter dan 21 lorong yang dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan senjata, ruang pertemuan, ruang mata-mata, dan ruang penjara.

Untuk memasuki Lubang Jepang, dikenai tarif sebesar Rp 15.000 per orang dewasa dan Rp12.000 untuk anak-anak.

7. Ngarai Sianok

Lembah yang dikelilingi bukit-bukit ini terletak di pinggiran kota Bukittinggi. Ngarai Sianok memiliki panjang 15 kilometer dengan kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter.

Tebing-tebing di Ngarai Sianok. SHUTTERSTOCK/M RIZAL PURNAWAN Tebing-tebing di Ngarai Sianok.

Ngarai Sianok memiliki suasana yang damai dengan udara yang sejuk. Tempat ini biasanya menjadi tujuan berolahraga, seperti bersepeda, trekking, dan jalan-jalan santai.

Baca juga: Wisata Bukittinggi, Contek Itinerary 1 Hari Jelajah Ngarai Sianok

Terdapat macam-macam tumbuhan langka di sepanjang aliran sungai, seperti Raflesia dan tumbuhan obat-obatan.

8. Rumah Pohon Inyiak

Rumah-rumah unik beratap rerumputan hijau dengan konsep menyatu dengan alam berlokasi di Kayu Kubu, Guguk Panjang.

Lahan kosong yang dimanfaatkan sebagai destinasi wisata ini untuk mendukung program desa wisata oleh pemerintah.

Terdapat beberapa wahana menarik, seperti Rumah Rumput Inyiak, Rumah Gadang, Arena Hammock dan Taman, dan area camping untuk bermalam.

Dengan menyuguhkan spot menarik dan keindahan alam Ngarai Sianok, jangan lewatkan untuk mengambil foto yang instagramable.

9. Rumah Kelahiran Bung Hatta

Suasana pengunjung di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Jl. Soekarno Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Pengunjung dapat melihat silsilah keluarga Bung Hatta lewat dokumentasi dan informasi yang dipajang di pigura, serta untuk mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta tak dipugut biaya alias gratis, buka setiap hari dari Senin sampai Minggu dari pukul 08.00-18.00.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana pengunjung di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Jl. Soekarno Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Pengunjung dapat melihat silsilah keluarga Bung Hatta lewat dokumentasi dan informasi yang dipajang di pigura, serta untuk mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta tak dipugut biaya alias gratis, buka setiap hari dari Senin sampai Minggu dari pukul 08.00-18.00.

Rumah Kelahiran Bung Hatta berlokasi di Jalan Soekarno Hatta nomor 37, berdekatan dengan ikon kebanggaan Kota Bukittinggi, Jam Gadang.

Di rumah ini, pengunjung dapat melihat kereta bugi, kamar bujang, dokumentasi, dan informasi keluarga Bung Hatta.

Baca juga: Rindu Bukittinggi? Yuk Liburan ke 6 Tempat Wisatanya

Mengunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta tidak dipungut biaya sama sekali, dapat dikunjungi kapan pun karena buka setiap hari mulai pukul 08.00–18.00.

10. Janjang Saribu

Jajang Saribu yang berarti seribu anak tangga atau dikenal juga sebagai Janjang Koto Gadang ini berlokasi di Kayu Kubu.

Untuk mencapai Janjang Saribu, pengunjung dapat menuju Taman Panorama. Setibanya di sana, pengunjung akan menemui gerbang Lubang Jepang dan gerbang Janjang Saribu.

Great Wall Kogo Gadang.SHUTTERSTOCK/CHERRY-HAI Great Wall Kogo Gadang.

Meski cukup menguras tenaga, obyek wisata ini memberikan pemandangan yang indah dari Gunung Merapi dan Singgalang.

Janjang Saribu yang memiliki kemiripan dengan Tembok Raksasa China, sehingga dapat menjadi spot foto yang instagramable.

Baca juga: Jalan-jalan ke Jalur Padang-Bukittinggi, Pemandangannya Aduhai

Dalam masa pandemi, pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 jika ingin pergi ke mana pun, seperti memakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan pakai sabun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X