Kompas.com - 24/08/2021, 17:11 WIB
Tugu di Puncak gunung Lawu, Hargo Dumilah. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaTugu di Puncak gunung Lawu, Hargo Dumilah.

 

KOMPAS.com – Seorang pendaki tengah viral di Instagram karena tertangkap kamera memanjat Tugu Hargo Dumilah di puncak Gunung Lawu sambil mengibarkan bendera Merah Putih.

Hal ini sontak mendapat reaksi negatif dari warganet dan sobat pendaki, bahkan mendapat respons dari Bupati Karanganyar Juliyatmono yang meminta agar pendaki tersebut segera diidentifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan, tindakan yang dilakukan pendaki itu berhubungan dengan etika pendakian.

Baca juga: Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang dan Candi Cetho Mulai Uji Coba Buka

“Sebenarnya bukan soal (tugu) sakral, tapi kurang etis saja karena di situ ada lambang burung Garuda sebagai representasi simbol negara,” jelasnya kepada Kompas.com, Selasa (24/8/2021).

Dia melanjutkan, perbuatan tidak etis pendaki tersebut terlihat dari cara dia berdiri di puncak Tugu Hargo Dumilah yang seolah-olah sedang “ngangkang” di atas patung burung Garuda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Titis menjelaskan bahwa pendaki identik sebagai seseorang yang mencintai alam, serta sudah seharusnya memiliki kepekaan untuk menjaga alam dan lingkungan di sekitarnya.

Baca juga: Filosofi Unik Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu

Adapun, lingkungan di sekitarnya menurut dia juga mencakup fasilitas umum yang ada. Dalam hal ini adalah Tugu Hargo Dumilah di Puncak Lawu.

Soal apakah ada larangan tertulis perihal memanjat tugu tersebut, Titis mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah suatu keharusan.

“Etika itu tidak harus tertulis. Etika itu dirasa. Kalau (identitas pendaki) sudah ketemu, akan menjadi catatan petugas (pendakian Gunung Lawu) untuk disikapi,” ucapnya.

Baca juga: Jangan Nekat Lewat Jalan Pintas saat Mendaki Gunung Lawu

Tugu yang dimanfaatkan TNI AD

 

Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper)/Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Lawu Selatan, KPH Lawu dan sekitarnya (Ds) bernama Marwoto mengatakan, Tugu Hargo Dumilah merupakan tugu yang dimanfaatkan Kopassus dan TNI AD.

“Intinya kalau tugu itu, tugu puncak yang dibuat Kopassus atau TNI AD sebagai titik triangulasi guna melakukan titik awal pemetaan,” ujar dia, Selasa.

Pasar Dieng atau Pasar Setan di Gunung Lawu.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pasar Dieng atau Pasar Setan di Gunung Lawu.

Terkait apakah Tugu Hargo Dumilah disakralkan oleh masyarakat di daerah yang mencakup Gunung Lawu, serta warga di sekitar jalur pendakian, Marwoto menuturkan bahwa dia tidak tahu soal itu.

Sama halnya dengan Titis, dia mengatakan bahwa saat ini tidak ada larangan untuk memanjat tugu tersebut.

Baca juga: Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Pendaki diduga menerobos larangan pendakian

Beberapa waktu lalu, dua video marak dibicarakan di sejumlah akun Instagram seputar wisata pendakian.

Adapun, dua video itu menunjukkan seorang pendaki yang memanjat Tugu Hargo Dumilah di Puncak Lawu, dan berdiri di dekat patung burung Garuda sambil mengibarkan bendera Merah Putih.

Dua video tersebut membuat geram warganet. Hal itu karena saat video viral, jalur pendakian Gunung Lawu masih ditutup akibat PPKM yang berkepanjangan.

Baca juga: Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Melansir Tribun Jateng, Senin (23/8/2021), Asper Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara KPH Solo, Widodo, mengatakan bahwa pihaknya belum tahu persis kapan kejadian itu terjadi.

Namun, sama halnya dengan Titis, pihak Widodo menduga bahwa pendaki tersebut menerobos masuk ke puncak Gunung Lawu lewat jalur tikus wilayah Jawa Timur.

Dua video itu juga mendapat respon dari Bupati Karanganyar Juliyatmono yang meminta agar masyarakat yang mengenal pendaki tersebut untuk segera melapor.

Baca juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

“Harus diberikan peringatan dan dicari siapa mereka itu,” tegas Juliyatmono kepada Tribun Solo, Senin.

Selain dicari, pihaknya juga berencana untuk melarang pendaki yang memanjat Tugu Hargo Dumilah, serta para pendaki yang nekat ke Gunung Lawu selama PPKM dan tidak berizin untuk naik ke Puncak Lawu.

“Tidak boleh naik lagi ke Puncak Lawu,” kata dia.

Terkait tindakan memanjat tugu, Juliyatmono menilai bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang merusak fasilitas umum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.