Hasanuddin Wahid
Sekjen PKB

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Anggota Komisi X DPR-RI.

Melepaskan Sektor Pariwisata dari Bayang-bayang Covid-19

Kompas.com - 01/01/2022, 10:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Warga negara asing yang pernah ke Angola, Botswana, Eswatini, Hong Kong, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, Zambia, dan Zimbabwe dalam 14 hari sebelum perjalanan mereka ke Indonesia tidak diizinkan masuk ke Indonesia berdasarkan pembatasan baru.

Warga negara Indonesia yang pernah tinggal atau transit di negara-negara “varian Omicron” dapat masuk ke Indonesia dengan karantina wajib selama 14 hari. Untuk pelancong internasional lainnya harus melakukan karantina 10 hari yang berlaku segera pada 2 Desember 2021 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Belajar dari negara lain

Upaya melepaskan sektor pariwisata dari bayang-bayang Covid-19 memang tidak mudah. Beberapa negara lain telah memberikan dukungan keuangan, baik secara langsung atau melalui pinjaman lunak dan jaminan kepada industri pariwisata.

Thailand misalnya mengalokasikan 700 juta dollar AS untuk memacu pariwisata domestik, sementara Vanuatu menawarkan hibah kepada usaha kecil dan menengah. Sementara negara-negara lain di Asia berinisiatif membantu perusahaan di sektor ini supaya menyesuaikan model bisnis mereka dan melatih kembali staf.

Di Jamaika, pemerintah memberikan kelas sertifikasi pelatihan online gratis kepada 10.000 pekerja pariwisata untuk membantu meningkatkan keterampilan mereka. Selain itu, pemerintah Jamaika meluncurkan sebuah platform online yang memungkinkan pembeli di industri perhotelan untuk langsung membeli barang dari petani lokal.

Di Kosta Rika, misalnya, pemerintah memindahkan hari libur nasional untuk sementara ke hari Senin untuk meningkatkan pariwisata domestik dengan memperpanjang akhir pekan.

Barbados, negara kepulauan yang terletak di perbatasan Laut Karibia dan Samudra Atlantik memperkenalkan visa “Stempel Selamat Datang” izin tinggal satu tahun yang memungkinkan karyawan jarak jauh untuk tinggal dan bekerja dari negara tersebut.

Demikian pula, Fiji meluncurkan inisiatif ‘Jalur Biru’ yang memungkinkan kapal pesiar berlabuh di marinanya setelah memenuhi persyaratan karantina dan pengujian yang ketat.

Tentu saja solusi akan berbeda dari satu negara ke negara lain, dan kecepatan serta cakupan pemulihan tentu saja akan bergantung pada perkembangan global. Tapi ada kesempatan penting untuk dimanfaatkan. Di luar prioritas langsung untuk mengurangi dampak pandemi, Indonesia perlu merancang “kenormalan baru” untuk industri pariwisata.

Diversifikasi, beralih ke model pariwisata yang lebih berkelanjutan, dan berinvestasi dalam teknologi baru dapat membantu membentuk pemulihan. Salah satu langkah yang perlu diambil pemerintah Indonesia untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pandemi Covid-19 adalah menggalakkan sinergi antara Parekraf dan UMKM.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.