Kompas.com - 19/05/2022, 12:17 WIB

KOMPAS.com - Libur panjang lebaran dan Waisak 2022 membawa dampak peningkatan tren perjalanan udara selama bulan April-Mei tahun ini.

Ketua Umum DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Pauline Suharno mengungkapkan, bahkan banyak pesawat yang mengangkut banyak penumpang hingga kapasitasnya hampir penuh.

"Bulan April-Mei ini trennya sudah sangat membaik, bahkan banyak sekali pesawat-pesawat baik domestik maupun luar negeri yang selalu terbang dalam kondisi penuh," kata Pauline kepada Kompas.com, Rabu (18/05/2022).

Baca juga: Naik Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 Asal Vaksin Penuh, Mulai 18 Mei

Menurutnya, angka di penjualan bulan Maret-April sudah meningkat dua kali lipat dibandingkan Januari dan Februari.

Bahkan, dibandingkan data tahun lalu, yakni pada Maret dan April 2022, Pauline mengatakan angkanya sudah meningkat hingga empat kali lipat.

"Dibandingkan dengan data tahun lalu angkanya itu bulan Maret dan April tahun ini sudah meningkat empat kali lipat," katanya.

Menurutnya, relaksasi syarat perjalanan yang telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, bakal memicu kembali geliat industri pariwisata Indonesia, terutama sektor penerbangan.

Baca juga: Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Mahalnya tiket pesawat

Kendati demikian, Pauline merasa harga tiket pesawat saat ini masih terbilang mahal, sehingga sulit dijangkau semua kalangan.

Ia mencontohkan, harga tiket pesawat rute Jakarta-Belitung pulang-pergi (PP) yang dulunya hanya berkisar Rp 1 juta sampai dengan Rp 1,2 juta, kini mencapai angka Rp 2 juta untuk rute dan maskapai yang sama.

"Kami mengerti ada berbagai hambatan atau karena adanya kenaikan harga avtur yang menyebabkan fuel surcharge (biaya tambahan), lalu juga kenaikan PPN. Tapi harapannya dengan semakin penuhnya pesawat, harga tiket pesawat pun bisa semakin terjangkau bagi masyarakat luas," tutur Pauline.

Baca juga: Tiket Pesawat Langsung Mahal, Pemudik dari Surabaya Pilih Balik ke Bandung Lewat Soekarno-Hatta

Di samping itu, meskipun syarat perjalanan telah dilonggarkan, ia mengimbau masyarakat agar tidak lengah dalam menjaga protokol kesehatan.

Sebab, kenaikan kasus Covid-19 akan berdampak pada banyak sektor, termasuk pariwisata.

"Jangan sampai negara kita kasus Covid-nya nanti naik lagi sehingga apa yang kita nikmati bersama-sama ini justru lebih diperketat lagi, dan kita malah balik ke masa-masa seperti di bulan Desember ketika Omicron meledak," pungkas Pauline.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.