Tradisi Gerep Rugha Manuk, Warisan Leluhur Orang Kolang di Flores

Kompas.com - 20/07/2019, 20:30 WIB
Pengantin dengan pakaian adat khas Uku Besi Wajur-Kolang, Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Kamis (11/7/2019) berjalan menuju Paang (pintu gerbang) dari Kampung Wajur saat dilangsungkan ritual Gerep Rugha Manuk. Ritual ini juga sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah Utara dari Manggarai Barat.  KOMPAS.com/MARKUS MAKURPengantin dengan pakaian adat khas Uku Besi Wajur-Kolang, Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Kamis (11/7/2019) berjalan menuju Paang (pintu gerbang) dari Kampung Wajur saat dilangsungkan ritual Gerep Rugha Manuk. Ritual ini juga sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah Utara dari Manggarai Barat.

WAJUR, KOMPAS.com - Nenek moyang Uku (Suku) Besi Beo Wajur-Kolang, Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur memiliki tradisi yang terus dipertahankan oleh generasi penerus suku tersebut.

Tradisi Gerep Rugha Manuk merupakan warisan yang terus dilaksanakan oleh keturunan dari Uku (Suku) tersebut hingga di era digital ini. Tradisi ini berkaitan adat istiadat dalam sistem perkawinan patrilineal orang Manggarai Barat khususnya dan Manggarai Raya umumnya.

Apa sesungguhnya arti dari Tradisi Gerep Rugha Manuk? "Gerep" berarti menginjak, "Rugha" berarti telur dan "Manuk" berarti ayam. Gerep Rugha Manuk jika diterjemahkan berarti tradisi menginjak telur ayam kampung yang dilakukan oleh seorang istri saat memasuki rumah adat suaminya.

Baca juga: Mengenal Watu Krus, Jejak Pertama Bangsa Portugis di Sikka Flores

Ini pertanda bahwa istri sah masuk dalam lingkaran keluarga dari sang suami. Jika istri belum melaksanakan ritual Gerep Rugha Manuk, itu berarti istri belum dinyatakan sah masuk dalam adat istiadat dari suaminya walaupun sudah sah di dalam perkawinan secara agama.

Laksanakan Gerep Rugha Manuk

Kamis pagi (11/7/2019),  saat matahari menyinari alam semesta di wilayah Barat dari Flores Barat, kami sekeluarga bergegas mempersiapkan diri untuk melaksanakan ritual Gerep Rugha Manuk sebagaimana diwariskan leluhur Suku Besi di Beo Wajur, Kolang. Semua keluarga sudah berkumpul dan mempersiapkan diri dengan memakai pakaian adat khas orang Manggarai Barat.

Baca juga: Menikmati Kopi Flores di Roots Cafe Maumere, Suasananya Beda...

Pihak anakrona (pemberi gadis) sudah menyiapkan berbagai bahan-bahan adat seperti moke, kain lipa songke serta sebuah payung. Sementara itu warga Paang Olo Ngaong Muhi (warga seluruh Kampung Beo Wajur-Hawe-Bealait) sudah memadati perkampungan Beo Wajur untuk sama-sama menyambut sang istri yang melakukan ritual Gerep Rugha Manuk.

Tepat jam 09.00 Wita, istri saya, Maria Daflora Echo diantar oleh tetua adat dari Suku Saghe, Desa Ranakolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur bersama dengan saudaranya memakai pakaian adat khas orang Manggarai Timur untuk melaksanakan tradisi Gerep Rugha Manuk di rumah adat Suku Besi Beo Wajur-Kolang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X