Kompas.com - 24/05/2020, 12:05 WIB
Ilustrasi Sevaiyan ki Kheer, makanan khas Lebaran di India. AljazeeraIlustrasi Sevaiyan ki Kheer, makanan khas Lebaran di India.

 

4. India, Sevaiyan ki Kheer

India memiliki populasi umat Islam sebanyak 180 juta orang.

Pada hari raya Idul Fitri, pria Muslim di India akan mengunjungi kuburan untuk memberikan penghormatan kepada anggota keluarga yang telah meninggal.

Sementara itu, anak-anak akan pergi ke Mela, sebuah pameran lokal untuk membeli permen dan mainan.

Orang-orang akan mengunjungi teman, kerabat, tetangga, dan orang tua setelah shalat Idul Fitri di masjid.

Baca juga: Cara Benar Menghangatkan Santan dan Makanan Bersantan

Setelah pulang, mereka akan menikmati semangkuk lezat Sevaiyan ki Kheer, hidangan penutup berupa bihun dengan topping irisan almond.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kahkshutterstock Kahk

5. Mesir, Kahk

Makanan khas Lebaran di Mesir adalah Kahk. Biasanya, pada pagi hari Idul Fitri, umat Islam di Mesir akan minum segelas susu.

Populasi umat Islam di Mesir sebanyak 80 juta orang.

Usai shalat Idul Fitri, tampak anak-anak banyak bermain di jalanan. Sedangkan di rumah, keluarga akan menikmati Kahk, kue lezat yang diisi dengan madu.

Ilustrasi You Xiang, makanan khas Lebaran di China.Aljazeera Ilustrasi You Xiang, makanan khas Lebaran di China.

6. China, You Xiang

Populasi umat Islam di China sebanyak 20 juta orang. Umat Islam di China akan merayakan Idul Fitri dengan kembali ke rumah dan mengunjungi orang tua.

Keluarga akan menyiapkan hidangan You Xiang, camilan tepung goreng yang bisa dimakan dengan sup atau nasi.

Baca juga: Cara Membuat Lontong dan Tips Menyimpan agar Tidak Mudah Basi

Ilustrasi kue Luih, makanan khas Lebaran di Malaysia.Aljazeera Ilustrasi kue Luih, makanan khas Lebaran di Malaysia.

7. Malaysia, Luih

Idul Fitri di Malaysia disebut dengan Hari Raya. Populasi umat Islam di Malaysia sebanyak 19 juta orang.

Pada hari ini, pria dan wanita akan mengenakan pakaian tradisional Malaysia yang terbuat dari satin.

Keluarga saling berkunjung dan berbagi berbagai camilan, termasuk makanan penutup yang disebut Luih.

Luih berwarna cerah dan termasuk kue. Luih terbuat dari mentega, gandum, telur, dan gula. Bentuk kue ini di Indonesia dikenal dengan nama kue lapis.

Baca juga: Hampir Punah, Kue Lapis Legit Dipanggang Arang

Halaman:


Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.