Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/10/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Banda Neira atau Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Belum lama ini, Banda Neira menjadi perbincangan di media sosial karena seorang pengguna membagikan cerita dan potret keindahan alamnya dan diikuti beberapa pengguna lain.

Baca juga:

Banda Neira memang dikenal karena keindahan dan kekayaan alamnya, terutama panorama bawah laut yang dikatakan sanggup "menghipnotis" wisatawan. 

Tempat ini pun dianggap sebagai salah satu spot snorkeling terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Dasar laut Banda Neira menyimpan banyak terumbu karang dan ikan-ikan yang mengagumkan. 

Tak hanya itu, serpihan surga di timur Indonesia ini kian ramai didatangi turis, terutama dari Eropa, yang ingin melihat langsung sisa-sisa peninggalan sejarah kolonial.

Baca juga: Desa Wisata Negeri Hila di Maluku, Lokasi Penting Jalur Rempah Dunia

Berikut beberapa fakta menarik tentang Banda Neira yang Kompas.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (13/20/2022).

Fakta Banda Neira

1. Pernah dijajah bangsa Eropa

Benteng Nassau Milik Belanda di Banda Neira.Tropen Museum Benteng Nassau Milik Belanda di Banda Neira.

Kota modern pulau ini didirikan oleh anggota VOC, yang membantai penduduk Banda untuk mendapatkan palanya pada tahun 1621, dan membawa penduduk yang tersisa ke Batavia (kini Jakarta) untuk dijadikan budak.

Karena pernah menjadi basis pertahanan tentara VOC, gaya bangunan khas Belanda akan banyak ditemukan di sini. 

Baca juga: 5 Keindahan Maluku Utara, Provinsi dengan Penduduk Paling Bahagia

Adapun pada awalnya, bangsa yang pertama kali mengetahui keberadaan pulau rempah ini adalah bangsa Eropa. Mereka datang ke Banda Neira hanya untuk transaksi jual beli rempah tanpa keinginan menjajah.

Berbeda dengan Belanda yang punya niat untuk menguasai wilayah, sehingga warga lokal tidak senang dengan keberadaan mereka, dilansir dari Kompas.com (05/04/2022).

Saat Inggris datang ke Banda Neira, mereka membantu penduduk lokal dengan cara membekali persenjataan dan melatih berperang. Sehingga, terjadilah perang antara Belanda dengan warga lokal yang dibantu Inggris pada 1609.

Baca juga: 5 Rekomendasi Penginapan di Kepulauan Kei Maluku, Ada yang di Tepi Pantai

Namun, pada akhirnya, Belanda dan Inggris sama-sama ingin menguasai perdagangan dunia dengan cara menjajah Banda Neira. Perang pertama antara keduanya berlangsung pada 1652-1654, lalu perang kedua terjadi pada 1665.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+