Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Kompas.com - 29/11/2021, 16:17 WIB
Foto ini diambil pada saat Pantai Kuta belum resmi ditutup, tetapi wisatawan sudah mulai menghindari tempat wisata, salah satunya Kuta Bali, Kamis (13/02/2020). Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafFoto ini diambil pada saat Pantai Kuta belum resmi ditutup, tetapi wisatawan sudah mulai menghindari tempat wisata, salah satunya Kuta Bali, Kamis (13/02/2020).

Oleh: Frangky Selamat

BERAWAL dari menyebarnya virus corona baru yang diberitakan kali pertama merebak di Wuhan, China, pada Desember 2019, lalu merambah ke berbagai belahan dunia, berproses hingga menjadi pandemi.

Sebuah bencana kesehatan yang mengubah aktivitas kehidupan menjadi penuh ketidakpastian. Terjadilah krisis berkepanjangan yang tidak pernah dialami umat manusia sebelumnya.

Baca juga: 4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Krisis dapat dirumuskan sebagai peristiwa dengan probabilitas rendah yang menghasilkan konsekuensi yang parah bagi individu, organisasi dan masyarakat (Doern, 2016). Krisis seperti pandemi COVID-19 adalah peristiwa sangat langka dan tidak dapat diprediksi.

Sektor pariwisata adalah salah satu bidang yang mengalami pukulan pertama kali, mungkin yang paling menderita dan bisa jadi membutuhkan pemulihan yang lebih lama ketimbang sektor lain.

Traveling jadi lebih aman setelah mengikuti program vaksinasi Covid-19.DOK. SHUTTERSTOCK Traveling jadi lebih aman setelah mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Memang, ini bukan kali pertama pariwisata mengalami pukulan karena krisis. Sepanjang abad ke-21 tercatat tiga krisis besar yang memukul industri pariwisata sebelum pandemi saat ini (Aldao dkk, 2020).

Pertama, serangan teroris terhadap Amerika Serikat yang meruntuhkan menara kembar WTO pada 2001 yang memunculkan ketakutan di sejumlah negara akan serangan lanjutan. Perjalanan wisata sempat dibayangi rasa cemas terkait faktor keamanan.

Kedua, wabah virus SARS pada 2003 yang memberikan dampak lebih kuat terhadap turis untuk melakukan perjalanan lintas negara, daripada serangan teroris pada 2001, dengan ditutupnya perbatasan beberapa negara untuk mencegah meluasnya penyebaran virus ini.

Ketiga, krisis finansial global pada 2007-2008 yang dikenal sebagai subprime mortgage crisis yang dipicu oleh kolapsnya pasar perumahan di Amerika Serikat.

Baca juga: Virtual Tour Hanya Eksis Selama Pandemi Covid-19?

Walau sektor wisata tidak terdampak signifikan, ekonomi di beberapa negara cukup terguncang. Goyangannya juga merembet ke sektor wisata.

Jika diperhatikan, mayoritas pemicu krisis adalah bencana yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri, seperti terorisme atau masalah ekonomi, jika tidak mau menyalahkan alam yang melahirkan virus penyebab wabah.

Bencana yang berkelanjutan dan belum menemukan titik terang itulah yang melahirkan krisis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Jalan Jalan
6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

Jalan Jalan
Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.