Kompas.com - 14/09/2022, 19:07 WIB

KOMPAS.com - Jika sedang mencari tiket pesawat, mungkin pelaku perjalanan pernah memperhatikan selisih harga yang tinggi. Khususnya untuk tujuan yang sama, namun berangkat dari dua bandara berbeda yang letaknya tidak terlalu jauh.

Contohnya, harga tiket pesawat dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menuju Bandara APT (Aji Pangeran Tumenggung) Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, rata-rata mencapai Rp 2,6 juta sekali jalan. 

Baca juga:

Sementara itu, harga tiket pesawat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menuju bandara yang sama di Samarinda, mulai dari Rp 800.000-an hingga Rp 1,6 juta sekali jalan.

Padahal jarak antara Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sidoarjo tidak terlalu jauh, sekitar 282,8 kilometer dengan durasi tempuh via jalur darat kira-kira 3 jam 40 menit.

Untuk mencari biaya termurah, akhirnya calon penumpang dari Kota Solo, Kabupaten Boyolali, dan sekitarnya mungkin tidak sedikit yang terpaksa berangkat dari bandara Surabaya.

Selain kasus tersebut, mungkin kamu juga pernah menemukan beberapa contoh lainnya yang serupa. Lantas, apa kira-kira alasan di baliknya?

Baca juga: Aturan Bawa Drone ke Dalam Pesawat, Ini Ketentuan Kemenhub

Selisih harga tiket pesawat dari 2 bandara yang berdekatan

Guna memenuhi kebutuhan penerbangan haji tahun 2022, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan tambahan pasokan Avtur di empat bandara embarkasi, yaitu Bandara Kualanamu (Medan), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Bandara Hang Nadim (Batam).DOK PERTAMINA Guna memenuhi kebutuhan penerbangan haji tahun 2022, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan tambahan pasokan Avtur di empat bandara embarkasi, yaitu Bandara Kualanamu (Medan), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Bandara Hang Nadim (Batam).

Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, ada beberapa aspek yang menyebabkan hal tersebut.

Berikut beberapa penyebab di balik tingginya selisih harga tiket pesawat dengan tujuan yang sama, namun berangkat dari dua bandara berbeda, seperti Kompas.com rangkum dari penjelasan Alvin. 

1. Harga avtur

Alvin menjelaskan, alasan pertama yang memengaruhi adalah harga avtur di kedua daerah yang berbeda.

Adapun dari contoh kasus sebelumnya, harga avtur di bandara Solo lebih mahal dibandingkan avtur di bandara Surabaya. Dari data yang diberikan Alvin, tertera harga avtur Pertamina di bandara Solo Rp 17.342 per liter untuk penerbangan domestik, sedangkan di bandara Surabaya Rp 16.416 per liter. 

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Wisatawan Bisa ke Bali Naik Transportasi Darat

"Karena biaya distribusinya, efisiensinya, dan lain sebagainya, maka harga avtur di Bandara Juanda itu lebih murah. Tentunya ini berpengaruh pada harga tiket," tutur Alvin kepada Kompas.com, Selasa (13/9/2022). 

Harga avtur berpengaruh terhadap biaya operasional pesawat, sehingga mau tidak mau berpengaruh juga untuk harga tiket.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.