Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Kompas.com - 07/12/2021, 17:16 WIB

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, belum ada perubahan terkait daftar asal negara wisatawan mancanegara (wisman) yang diizinkan berlibur ke Indonesia.

“Hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan untuk pembatasan dari 19 negara, hanya memperpanjang waktu karantina untuk meminimalisir Omicron masuk ke Indonesia,” jelasnya dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Meski demikian, pihaknya bersama kementerian/lembaga terkait lainnya tetap memantau situasi negara-negara pasar. Evaluasi juga akan dilakukan setiap pekan.

Baca juga:

Sandiaga menambahkan, pihaknya juga tetap akan memperhatikan situasi penyebaran Covid-19 di regional Asia Tenggara dan di negara pasar lainnya.

“Jumlah negara ini akan terus dievaluasi karena akan ada beberapa negara yang mengalami lonjakan peningkatan kasus, baik sebelum maupun saat Omicron,” terang Sandiaga.

“Jadi, dari jumlah negara yang memang secara rutin dievaluasi setiap minggu ini akan diumumkan setelah rapat terbatas,” sambungnya.

Karantina jadi 10 hari

Ilustrasi wisatawan di Pura Ulun Danu, Bali. Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi wisatawan di Pura Ulun Danu, Bali.

Untuk diketahui, hingga saat ini Pemerintah Indonesia masih mengizinkan 19 negara untuk berkunjung ke Indonesia sejak perbatasan Nusantara dibuka lagi untuk pariwisata pada 14 Oktober 2021.

Adapun negara-negara itu adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, dan Jepang.

Baca juga:

Kemudian Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hongaria, dan Norwegia.

Sementara itu, ada 11 negara yang kedatangannya dibatasi karena varian Omicron yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesoto, Mozambik, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.

Meski wisman masih bisa berkunjung, ada pengetatan pada masa karantina yang diperpanjang menjadi 10x24 jam atau 10 hari.

Aturan itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021. Kebijakan sudah efektif sejak 3 Desember 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.